Dishub Bojonegoro Lakukan Sosialisasi Lalin

Menanggapi banyaknya keluhan masyarakat tentang infrastruktur jalan utamanya jalan berlubang. Forum Lalin (lalu lintas) Bojonegoro mengelar rapat pertemuan di Ruang Mliwis putih Pemkab Bojonegoro, Selasa (7/2).(achmad basir/bhirawa)

[Banyaknya Keluhan Masyarakat]
Bojonegoro, Bhirawa.
Menanggapi banyaknya keluhan masyarakat tentang infrastruktur jalan utamanya jalan berlubang. Forum Lalin (lalu lintas) Bojonegoro mengelar rapat pertemuan di Ruang Mliwis putih Pemkab Bojonegoro, Selasa (7/2). Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Bojonegoro, Iskandar menyebutkan, ada blackspot di beberapa ruas di jalan nasional, di mana kerusakan sekarang bergeser ke wilayah barat. “Rapat ini akan membahas tiga hal antara lain keselamatan lalu lintas, sosialisasi pelican cross di jalan Veteran serta tindak lanjut laporan masyarakat terkait jalan rawan laka,” kata Iskandar.
Iskandar menyebutkan bahwa pelican cross adalah fasilitas penyebrangan pejalan kaki yang dilengkapi dengan lampu lalin. Dijelaskan penggunaan pelican cross adalah tekan tombol menyebrang warna merah. “Apabila lampu traffic sudah berwarna merah segera menyebrang. Durasi waktu menyerbrang adaalah 15 detik.Kita akan tambah zona aman sekolah di beberapa sekolah,” jelas Iskandar.
Dirinya mengimbau beberapa ruas jalan sudah tidak bisa digemukkan atau dilebarkan karena sudah ada bangunan-bangunan. Median jalan akhirnya akan dilakukan rekayasa untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan. “Beberapa jalan akan dilakukan penambahan keindahan sehingga menjadi tampak indah utamanya adalah di jalan veteran,” pungkasnya.
Dia menyebutkan bahwa tonase jalan Baureno sampai Bojonegoro hanya 60 ton namun kenyataan banyak kendaraan yang melebihi tonase.
Sementara itu Kasat Lantas Polres Bojonegoro, AKP Prianggo P.M. menjelaskan, tahun 2017 angka kecelakaan yang tinggi. Beberapa hal yang mengakibatkan kecelakaan selain human error ada hal lain yang harus dipertimbangkan antara lain tikungan yang terlalu tajam, kemiringan jalan, kondisi jalan yang rusak. “Hal lain yang harus diperhatikan adalah dampak ditutupnya jembatan timbang membuat banyak kendaraan yang melebihi tonase menjadi salah satu hal yang membuat jalan semakin rusak,” katanya.
Terkait yellowbox di beberapa titik mulai jalan AKBM Soeroko, Jalan Ahmad Yani dan jalan diponegoro. Dijelaskan pula seharusnya ada di persimbangan, lokasi emergency seperti search and rescue, ambulance, maupun fasilitas emergency seperti tempat penanggulangan huru hara, rumah sakit maupun pemadam kebakaran.
Ari Basuki Widodo dari PPK Ruas Jalan Babat – Bojonegoro, Padangan – Ngawi menjelaskan akan ada paket kontrak reservasi (pemeliharaan)’dan pelebaran jalan di daerah Kalitidu Km 124 126 dari 7 meter menjadi 11 meter. Untuk reservasi mulai Km 74 sampai dengan karangjati masuk daerah Ngawi. ” Reservasi long secment akan diadakan kontrak kerja dengan penyedia jasa mulai penambalan lubang, retak retak, pondasi amblas.
Ruang Babat-Bojonegoro-Ngawi itu istimewa adalah tanah yang kembang susutnya sangat tinggi. jika musim hujan mengembang namun jika musim kemarau ‘nelo’. Kebijakan dari pusat kita akan optimalkan reservasi atau perbaikan. “Musuh aspal adalah air, apalagi beberapa musim ini cenderung hujan sehingga kerusakan menjadi sangat dominan,” jelasnya.
Terkait blackspot penyebab kecelakaan selain human error dan kendaraan yang tidak layak jalan adalah geometris, bahu jalan yang gantung dimana antara permukaan aspal dan median ada jarak serta kemiringan. Selain pelebaran ada overlay di ruas Babat Bojonegoro. “Ketika ada genangan air maka aspal akan cepat rusak dalam hitungan hari. Karenanya drainase mutlak dimiliki di sepanjang jalan beraspal,” pungkasnya. [bas]

Tags: