Diduga Sipir Rutan Medaeng Terlibat Narkoba dan Pungli

Ahmad-Fauzi-Jaksa-terduga-kasus-suap-Rp-15-miliar-divonis-empat-tahun-penjara-oleh-Ketua-Majelis-Hakim-Wiwin-Arodawanti-dalam-amar-putusannya-Senin-[20/2]-di-Pengadilan-Tipikor.-[abednego/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Petugas Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jatim memeriksa 12 sipir Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo. Hasil pemeriksaan sementara, tujuh sipir diantaranya diduga terlibat peredaran narkoba dalam Rutan.
Kepala Kanwil (Kakanwil) Kemenkumham Jatim, Budi Sulaksana mengatakan, penyelidikan dugaan peredaran narkoba ini berdasarkan dari laporan dari masyarakat serta data Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim. Dalam kurun waktu kurang lebih satu minggu lebih, tujuh petugas Rutan (sipir) Medaeng diperiksa terkait dugaan peredaran narkoba di dalam Rutan.
“Awalnya ada 12 petugas Rutan Medaeng yang dinyatakan tertangkap tim saber pungli, dan itu tidak benar. Yang ada adalah tujuh petugas Rutan Medaeng yang terindikasi melakukan peredaran narkoba di dalam Rutan,” kata Budi Sulaksana saat menggelar jumpa pers di Kantor Kemenkumham Jatim, Senin (19/2).
Dijelaskan Budi, ketujuh petugas Rutan ini diketahui kerap membantu memasukkan barang-barang penghuni Rutan dari luar tahanan. Diduga, barang yang dimasukkan itu adalah narkoba. “Mereka sering membantu membawakan nasi untuk penghuni Rutan. Tapi belum jelas apakah itu narkoba atau tidak. Hal itulah yang akan kita koordinasikan dengan BNNP Jatim,” jelasnya.
Ditanya apakah ketujuh petugas Rutan itu sering menerima imbalan atau pungli setiap membantu memasukkan barang milik tahanan, Budi mengaku, hal itu masih dalam pemeriksaan dan pendalaman petugas. Nantinya, lanjut Budi, akan ada pemeriksaan gabungan dengan pihak BNNP Jatim terkait alat bukti keterlibatan mereka atas dugaan peredaran narkoba.
“Masih kita dalami, dan akan berkoordinasi dengan BNNP Jatim. Sebab, hampir satu minggu lebih diperiksa, jawaban mereka hanya “tidak”. Oleh karenanya kita akan meminta bantuan BNNP Jatim untuk mencari alat bukti keterlibatan dugaan peredaran narkoba. Meskipun belum ada alat bukti, kita tetap tindak laporan ini. Jika nanti ditemukan alat bukti, ketujuhnya akan saya berhentikan,” tegas Budi.
Dikonfirmasi Bhirawa sebelum jumpa pers, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Jatim, Harun Sulianto mengaku ada 12 laporan terkait petugas di Rutan Medaeng. Tujuh petugas diadukan terkait dugaan peredaran dan keterlibatan narkoba di Rutan. Sedangkan lima petugas lainnya dipaorkan atas dugaan pungutan liar (pungli) dilayanan kunjungan.
“Ada pengaduan bahwa kalau ketika berkunjung, ada dugaan pengunjung dimintai uang lewat napi yang dipercaya untuk membantu petugas. Sedangkan tujuh laporan lainnya atas dugaan keterlibatan petugas dalam peredaran narkoba,” ungkapnya.
Jadi, sambung Harun, tujuh petugas dipaorkan atas dugaan peredaran narkoba dan lima petugas atas dugaan pungli. Ditanya perkembangan penyelidikan, pihaknya mengaku bahwa tim masih bekerja keras mengungkap laporan tersebut. Sebab, masalah narkoba menjadi program Presiden Joko Widodo untuk Indonesia bersih dari peredaran gelap narkoba.
“Dasar kita kan dari pengaduan informan-informan. Jika pengaduan itu terbukti, hukumannya berat. Bagaimana kita memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa pungli. Kita minta juga dukungan dari rekan media agar Lapas dan Rutan di Jatim bebas narkoba. Kalau tidak ada HP dan pegawai kita tidak berkhianat, Insya Allah program bebas narkoba di Lapas dan Rutan akan terlaksana dengan baik,” tegasnya. [bed]

Tags: