BNNK Razia Lembaga Pemasyarakatan Mojokerto

AKBP Suharsih (dua dari kiri) Kepala BNN Kota Mojokerto menunjukkan barang bukti hasil razia di Lapas Mojokerto, Rabu (1/2) malam. [kariyadi/bhirawa]

(17 Orang Tahanan Positif Gunakan Narkoba)
Kota Mojokerto, Bhirawa
Genderang perang dilakukan BNN Kota Mojokerto terhadap peredaran Narkoba di segala lini. Setelah melakukan tes urine aparat kepolisian dan TNI, giliran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II b yang menjadi sasaran razia.
Menurut Kepala BNN Kota Mojokerto, AKBP Suharsih, razia di Lapas dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya peredaran Narkoba di lapas. ”Kita lakukan tes urine kepada 38 penghuni lapas. Hasilnya 17 positif Narkoba,” kata Siharsih, Kamis (2/2) kemarin.
Suharsih menambahkan, dalam razia yang digelar Rabu (1/2) malam itu juga melibatkan satuan Narkoba Polres Mojokerto Kota. Seluruh blok tahanan Narkoba menjadi sasaran razia.
”Razia berakhir hingga pukul 23.00 WIB. Semua hasil tes urine langsung dianalisa di Kantor BNN,” tambah wanita dengan panglat dua melati di pundak ini.
Suharsih menambahkan, dari hasil tes urine, menyebutkan 13 orang positif terdapat methapetamin atau shabu dan empat positif methapetamin dan amphetamin/ekstasi. Selanjutnya tahanan pengguna Narkoba diserahkan ke Polres Mojokerto untuk penindakan lebih lanjut.
”Kita sudah koordinasi dengan Satnarkoba Polres Mojokerto kota untuk penanganannya,” pungkas Suharsih. [kar]

Tags: