RSUD dr Soetomo Uji Coba Layanan Online

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya

Pemprov, Bhirawa
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya pekan depan rencananya akan melakukan uji coba layanan dalam jaringan atau online. Dengan adanya layanan ini, masyarakat yang ingin berobat bisa mengetahui jadwal layanan secara online.
“Untuk mengatasi antrean panjang pasien, pekan depan kami akan melakukan uji coba layanan online sehingga pasien bisa mengetahui jadwal pasti ketika membutuhkan pelayanan kesehatan,” kata Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dr Soetomo Surabaya, dr Harsono, Rabu (25/1).
Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim tersebut berharap dengan diberlakukannya sistem dalam jaringan maka tak menyebabkan antrean pasien yang akan berobat.
“Mereka yang akan berobat tahu jam berapa harus datang ke rumah sakit sehingga tidak perlu antre di sana,” kata dokter yang pernah menjabat Bupati Ngawi dua periode tersebut.
Harsono menjelaskan, saat ini rata-rata pasien rawat inap mencapai 1.450-1.500 orang. Tak itu saja, pasien rawat jalan bahkan mencapai 2.250-2.500 orang per hari, sedangkan di sisi lain jumlah dokter spesialis sebanyak 650 orang dan karyawan mencapai 6.000 orang.
Tak hanya memberikan layanan online, RSUD dr Soetomo juga siap mengoperasikan 100 unit mesin hemodialisis, yakni alat untuk cuci darah mulai Maret 2017. “Sudah ada 100 unit mesin dan siap digunakan Maret mendatang,” ujarnya.
Saat ini, di rumah sakit yang dikelola Pemprov Jatim memiliki 35 unit mesin hemodialisis sehingga diharapkan semakin meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pasien yang terkena gagal ginjal.
Menurut dia, setiap harinya secara reguler masih diharuskan antre karena tidak sedikitnya pasien yang harus menggunakan alat tersebut untuk penanganannya. “Kalau sudah ada 100 unit maka tidak perlu antre lagi dan mampu melayani tiga kali lipat pasien dari hari biasanya, sekaligus mampu secepatnya melayani pasien,” ujarnya.
Kendati demikian, dokter yang pernah menjabat Bupati Ngawi dua periode itu berharap masyarakat mementingkan pencegahan terserang penyakit gagal ginjal tersebut dengan menjaga pola hidup sehari-hari.
Ia mengimbau, penyakit ginjal berasal dari diabetes atau kencing manis, serta hipertensi atau tekanan darah tinggi sehingga masih bisa dicegah dengan berbagai cara, terlebih saat ini bisa menyerang manusia berusia muda.
“Menjaga keseimbangan pola makan, olahraga teratur dan istirahat cukup bisa membantu menjauhkan kita dari penyakit yang berujung pada gagal ginjal itu,” katanya. [iib]

Tags: