Peternak Kota Batu Siap Herbal Hadapi Antraks

Kampung Sapi melakukan perawatan sapi secara herbal untuk mencegah terjadinya antraks.

Kota Batu, Bhirawa
Kampung Sapi Adventure yang berada di Desa Beji, Kecamatan Junrejo menyiapkan antibody hewan peliharaannya dengan memberikan ramuan herbal. Hal ini menyikapi merebaknya isu virus antraks yang menyebar di negeri ini.
Sedikitnya 16 ekor sapi yang ada di tempat ini diberikan ramuan herbal berupa ramuan temulawak dan kunyit. Ramuan ini selain untuk tambahan mineral organik, juga mampu memperkuat sel hati sapi.
Pemberian herbal ini dilakukan selama satu bulan sehingga semua sapi ini memiliki ketahanan tubuh yang baik dan bisa mencegah terhadap serangan segala macam penyakit.
“Kita lakukan ini untuk peningkatan imunitas dan pencegahan penyakit pada sapi, termasuk pada antrax,” ujar pengelola Kampung Sapi Asdventur, drh. Nunik Yulianti, Sabtu (28/1).
Ia menegaskan Antrax bukanlah virus, melainkan berupa bakteri. Dan bakteri ini tidak bisa timbul begitu saja tapi ada pemicunya. Ia mencontohkan banyak kasus hewan sapi mati tidak dilaporkan kepada Dinas Peternakan.
“Ada sapi yang mati terus dipotong kemudian langsung dibagi-bagi ke tetangga. Hal seperti ini yang berbahaya.
Ada juga yang mati kemudian dimakamkan, kemudian muncul spora yang bila dimakan sapi sehat bisa menimbulkan Antrax,” jelas Nunik. Iapun menghimbau agar sapi yang terjangkit Antrax dagingnya harus dibakar.
Selain itu, Nunik menjelaskan bahwa penyakit ini memang sulit untuk dideteksi. Namun ada satu ciri bahwa sapi yang terkena antrax keluar darah pada seluruh lubang, hidung, mulut maupun telinga hingga alat kelamin maupun dubur. Hal ini terjadi karena hatinya hancur.
Dengan perlakuan herbal ini akan mampu supportif terhadap segala penyakit. Ia menjamin di tempatnya tidak ada sapi yang terkena Antrax. “Dan kunjungan wisatawan tidak terpengaruh dengan adanya isu ini,” tambah Nunik.
Sementara itu Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian RI, I Ketut Diarmita saat berkunjung ke Batu menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh adanya isu yang belum pasti kebenarannya. “Sekarang ini banyak merebak isu penyakit pada hewan.
Beberapa waktu lalu Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan mendapatkan kabar jika di Tulungagung ada sapi mati tanpa sebab, di Jogja ada isu antrax, kemudian di Lampung isu yang sama. Banyak berita yang tidak akurat, setelah saya cek di Lampung ternyata tidak separah yang diberitakan,” jelas Diarmita. [nas]

Tags: