Pemkot Batu Percepat Infrastruktur Wisata Alam

Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, saat berdialog dengan masyarakat di sekitar Coban Rais

Kota Batu, Bhirawa
Pemerintah Kota Batu berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan yang ada di Wilayah Batu. Hal ini direalisasikan dengan melakukan perbaikan jalan menuju obyek-obyek wisata alam yang selama ini masih sulit dijangkau.
Diharapkan kebijakan ini bisa meningkatkan kunjungan wisata ke obyek wisata alam, dan otomatis juga akan memberikan peluang berwirausaha bagi warga di sekitar hutan tersebut.
Ada beberapa wisata alam di Kota Batu dimana infrasatruktur untuk menjangkaunya masih belim optimal. Salah satu yang menjadi bidikan perhatian Pemkot adalah Wisata Coban Rais.
“Selain Coban Rais, perbaikan infra struktur juga kita lakukan di Wisata Coban Talun, Wisata Paralayang, dan wisata berbasis alam lainnya,”ujar Kepala Dinas Penataan Ruang, Arif Asshidiq saat dikonfirmasi, Minggu (29/1).
Terkait hal itu, katanya, beberapa waktu lalu Walikota Batu, Eddy Rumpoko (ER) melakukan peletakan batu pertama di obyek Wisata Coban Rais. Di Coban ini Pemkot melakukan perbaikan infra struktur jalan dengan melakukan pavingisasi.
Diketahui, dari pintu masuk wisata menuju air terjun Coban Rais masih berjarak 2 Km. Dan jarak itu harus dilalui wisatawan dengan berjalan kaki dengan medan yang cukup sulit. “Diharapkan dengan adanya pavingisasi jalan di Coban Rais ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan hingga 20 kali lipat,”jelas Arif
Untuk perbaikan infra struktur jalan beberapa obyek wisata alam ini, Pemkot menyediakan anggaran yang tak sedikit. Yakni, sebesar Rp 10 miliar dari APBD Kota Batu 2017 yang mencapai Rp 847 miliar. Dan karena mayoritas wisata alam tersebut berada di tengah-tengah hutan, maka Pemkot melakukan kerja sama dengan Perum Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang.
Ketua Perum Perhutani KPH Malang, Arif Herlambang mengatakan bahwa pihaknya menggandeng pihak siapa saja yang memiliki komitmen untuk menjaga kelestarian hutan. “Kita sudah komitmen dengan LMDH, HIPPA, HIPPAM, Pemkot Batu untuk tidak ada penebangan kawasan hutan,”ujar Arif.
Diketahui, Wilayah Kota Batu memiliki luas mencapai 19 hektar. Adapun 11 hektar di antaranya berupa hutan. Dan untuk kawasan hutan yang masuk wilayah Kota Batu, Arif telah membuat kesepakatan bersama atau MoU untuk pembuatan jalan umum dengan Pemkot setempat.
Terkait peningkatan infra struktur ini, Wlikota Batu, Eddy Rumpoko mengatakan hal ini sebagai bentuk terima kasih dari Pemkot kepada seluruh warga Batu. Karena atas sumbangsih warga membuat kota ini menjadi kota yang paling banyak dikunjungi wisatawan. “Dengan perbaikan ini diharapkan Kawasan Hutan di Batu yang capai 60 persen bisa semakin terjaga,”ujar ER saat bertemu dengan warga sekitar Coban Rais yang berlokasi di Desa Oro Oro Ombo.
“Kami ingin masyarakat yang bekerja dab berktivitas di hutan akan meningkat kesejahteraannya. Beberapa waktu lalu kelinci. Diharapkan tahun ini bisa terbak kelinci bisa lebih berkembang di Kota Batu. Apalagi kotoran kelinci juga bisa bermanfaat untuk tanaman,”ujar ER.
Ia berkomitmen bahwa kawasan hutan di Kota Batu harus bisa dikelola menjadi kawasan wisata, sehingga bisa memberikan lapangan pekerjaan. Jadi Pemkot tidak akan fokus hanya pada tempat wisata buatan, tapi juga akan mengembangkan tempat wisata alam. [nas]

Tags: