Narkoba Ancam Anak SD, BNN Kota Surabaya Sosialisasi ke SDN Kaliasin 1

Kepala-BNN-Kota-Surabaya-AKBP-Suparti-memberikan-edukasi-bahaya-narkoba-kepada-siswa-siswi-SDN-Kaliasin-1-Jumat-[27/1].-[abednego/bhirawa].

(Angka Coba Pakai Narkoba Meningkat Selama 5 Tahun Terakhir)
Surabaya, Bhirawa
Maraknya angka coba pakai narkoba selama 5 tahun terakhir ini membuat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya ekstra ketat melakukan sosialisasi di seluruh elemen masyarakat. Terlebih di lingkungan sekolah yang rawan akan masuknya jajanan mengandung narkoba.
Bertempat di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kaliasin 1, Jumat (27/1) kemarin BNN Kota Surabaya memberikan pengertian mengenai bahaya mengkonsumsi narkoba. Melalui layar televisi 40 inch yang ada dalam mobil operasional BNN Kota Surabaya, puluhan siswa siswi SD diperlihatkan film kartun yang berisi edukasi tentang bahaya narkoba dan macam-macam narkoba yang beredar luas.
Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti mengatakan, anak-anak kini menjadi incaran bandar maupun pengedar narkoba yang coba meracuni generasi muda melalui jajanan yang mereka konsumsi. Upaya sosialisasi akan terus kita lakukan, terutama di lingkungan pendidikan mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi.
“Menurut hasil penelitian dari pusat (BNN) bahwa 5 tahun terakhir ini angka coba pakai narkoba meningkat. Salah satu tindakan pencegahan yang bisa dilakukan adalah terus-menerus melakukan sosialisasi. Tapi, dukungan semua pihak, baik Pemerintah Kota, masyarakat, pihak Sekolah maupun orang tua juga memiliki peran penting,” kata AKBP Suparti saat dikonfirmasi ulang, Minggu (29/1).
Selain antisipasi makanan yang mengandung narkoba, Suparti menjelaskan, pihaknya tetap melakukan upaya-upaya pengcegahan agar pengguna coba pakai ini tidak meningkat. Melainkan memberikan pengertian dan menyadarkan mereka bahwa narkoba berbahaya untuk masa depannya. Ditanya terkait temuan anak SD yang menggunakan narkoba, Suparti mengiyakan hal itu.
“Tahun 2015 silam, ada temuan 1 anak sekolah yang menjadi korban coba pakai narkoba. Namun sekarang anaknya sudah sembuh. Dan Alhamdulillah, tahun 2016 kemarin kita tidak menemukan anak SD yang berurusan dengan narkoba. Tapi, kalau anak SMP masih ada yang bersinggungan dengan narkoba,” jelas Suparti.
Suparti menambahkan, sementara ini BNN Kota Surabaya belum menemukan jajanan anak sekolah yang terindikasi narkoba. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan sosialisasi anti narkoba terhadap masyarakat dan lingkungan pendidikan. “Kita juga menyampaikan kepada masyarkat, orang tua murid, dan guru untuk mengawasi anak-anak dari bahaya peredaran narkoba. Termasuk ketika dia sedang bermain-main dengan temannya, harus tetap dijaga dan diberi pengertian tentang bahaya narkoba,” pungkas mantan Kasubag Humas Polrestabes Surabaya ini.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Kaliasin 1, Sujilah mengakui jika antisipasi penyalahgunaan narkotika dan obat obatan terlarang, menjadi salah satu prioritas dalam lingkungan sekolahnya. Bahkan, jajanan anak sekolah juga mendapatkan pengawasan ketat, meskipun dirinya harus berhadapan dengan para penjual asongan, yang selama ini dilarang berjualan di lingkungan sekolah.
“Memang masalah narkoba menjadi prioritas sekolah kami. Bahkan saya dikatai jahat oleh penjual asongan yang saya larang berjualan disini,” ungkap Sujilah.
Sebab, pihak sekolah tidak mau makanan yang dikonsumsi anak-anak masuk dalam kriteria makanan yang dilarang, karena tidak diketahui kandungan yang ada dalam jajanan yang diperdagangkan para penjual asongan tersebut.
“Makanya anak-anak di sekolah adiwiyata ini, yang dimakan harus betul-betul bebas dari lima P, yakni pengawet, pewarna, perasa, pengenyal, kemudian pemanis. Itu saja kita atasi, apalagi makanan yang berbau narkoba, saya sangat hati-hati disini,” tegasnya.
Untuk mencegah anak-anak usia dini ini mengkonsumsi jajanan diluar, khusus di kaliasin 1 pihak sekolah memberikan sosialisasi kepada para orang tua murid agar memberikan bekal dari rumah. Motivasi itu, lanjut Sujilah, sudah dilakukan sedini mungkin. Makanan yang dikonsumsi anak-anak adalah masakan ibunya, jadi anak-anak diwajibkan membawa bekal dari rumah masing-masing.
“Jika harus jajan pun, pihak sekolah sudah menyediakan kantin khusus yang telah melalui proses kontrol makanan, sehingga jajanan yang dijual tidak mengandung lima P. Apalagi terindikasi obat-obatan terlarang. Termasuk kantin kejujuran milik sekolah dan kantin yang dikelola orang tua murid,” tandasnya. [bed]

Tags: