Milo dan Okerbaya Serang Pelajar

Ormas Granat Kecamatan Kunir bersama warga berhasil menggagalkan pelajar yang bolos sekolah dan akan pesta miras oplosan, kemudian mereka dibawa ke Polsek Kunir untuk pembinaan.

Lumajang, Bhirawa
Keberadaan Milo dan Okerbaya (Miras Lokal dan Obat keras berbahaya) yang telah merambah kepada para pelajar di semua tingkatan mulai dari SMA,SMP dan bahkan terjadi pada murid Sekolah Dasar, yang telah meresahkan para orang tua dan masyarakat telah mendapatkan respon dari sejumlah stage holder di antaranya dari Kapolres Lumajang.
Kapolres Lumajang AKBP Raydian Kokrososno ketika dikonfirmasi di Kantornya mengakui dan membenarkan adanya informasi banyaknya pelajar yang telah terjerumus dalam penggunaan miras lokal oplosan. Menurutnya itu perlu kerja sama dengan semua pihak untuk pencegahannya.
Kapolres juga merespon positip peran serta Ormas Granat Kecamatan Kunir,bersama warga yang berhasil menggagalkan pesta Oplosan yang dilakukan oleh sejumlah pelajar ,dan segera melaporkannya ke Polsek terdekat. “Betul, sudah banyak kita tangkap dan dibina, maka dari itu nantinya harus ada pembatasan maupun pengaturan penjualan alkohol 70 persen maupun yang 90 persen,” ujarnya.
Guna mengantisipasi hal tersebut menurut, Raydian Kokrosono menjelaskan bahwa pihaknya telah melaksanakan pemetaan dan pendataan (mapping ) di sejumlah kecamatan ,dengan maksud untuk pelaksanaan sosialisasi ke depannya.
Secara tersirat dikatakan bahwa pihaknya mengaku kesulitan di dalam penerapan hukum terhadap kasus tersebut, sehingga untuk mengatasi persoalan tersebut pihaknya akan melibatkan stage holder yang melibatkan peran sekolah, orang tua, Masyarakat dan berbagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). “Nanti dulu, kita masih perlu berkoordinasi dengan instansi lain dalam menyelesaikan persoalan pelajar ini,” terangnya.
Sementara itu, menurut Ketua DPC Granat Kabupaten Lumajang, Adam Bahiroh, ketika dikonfirmasi (26/1), menjelaskan, pihaknya sangat prihatin dengan maraknya pelajar yang mengkonsumsi minuman keras oplosan dan obat berbahaya.
Sebab hal itu dinilainya dapat memicu terjadinya aksi kriminal di kalangan pelajar serta dapat membahayakan generasi muda sebagai penerus bangsa. “Kita harus bersatu padu dalam upaya penyelamatan anak bangsa dari bahaya Narkotika, jadi peran orang tua, sekolah, serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk menekan maraknya pengguna milo dan Okerbaya di kalangan Pelajar,” ujarnya. [dwi]

Rate this article!
Tags: