Dewan Dorong Puspa Agro Jadi BUMD Pangan

Renville Antonio

Harga Komoditas Pangan Mahal
DPRD Jatim, Bhirawa
DPRD Jatim mendorong pihak Puspa Agro lebih memaksimalkan perannya sebagai upaya menekan harga komoditas pangan yang mengalami kenaikan beberapa hari belakangan ini. Akibatnya, masyarakat tidak dapat memenuhi gizinya akibat daya beli menurun karena kondisi ekonomi yang semakin memprihatinkan.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim, Renville Antonio mengatakan ditengah kenaikan harga komoditas cabai dan beberapa komoditas pangan yang tinggi beberapa waktu lalu, Puspa Agro harus menjadi pusat informasi dan pusat untuk pengendalian harga-harga komoditas yang ada saat ini. Hal ini untuk mendorong agar masyarakat Jatim dapat memenuhi gizi keluarganya.
“Saat hearing dengan pihak Puspa Agro beberapa waktu lalu, sudah disepakati menjadikan Puspa Agro sebagai rujukan untuk pengendalian harga-harga komoditas. Dan kami berharap peran Puspa Agro bisa menjadi salah satu pengendali harga komoditas pangan di Jatim. Puspa Agro milik Pemprov dan tentunya pemerintah harus hadir dalam pengendalian komoditas pangan di Jatim,”jelas politisi asal Partai Demokrat ini saat ditemui dikantornya, Kamis (26/1).
Diungkapkan oleh Renville, jika nantinya peran ini bisa jalan dengan maksimal, tentunya tak menutup  kemungkinan Puspa Agro akan menjadi BUMD pangan milik Pemprov. “Kalau sekarang masih anak perusahaan BUMD. Tentunya kalau ada suntikan dukungan dari beberapa kalangan misalnya dari Bank Indonesia tentunya bisa di dorong untuk menjadi BUMD,”tutupnya.
Sekedar diketahui,ditengah kenaikan harga komoditas cabai yang tinggi serta beberapa komoditas pangan, Bank Indonesia Jatim berharap di Jatim ada sebuah Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD Pangan yang khusus menangani komoditas pangan tertentu. Meski sudah ada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Badan Urusan Logistik (Bulog), namun pembentukan BUMD Pangan dirasa cukup perlu.
Kepala Bank Indonesia Wilayah Jatim, Difi A.Johansyah, mengatakan, pembentukan BUMD Pangan penting untuk dilaksanakan. Namun jika dikatakan mendesak maka harus ada kajian terlebih dahulu seperti, kajian akademisnya, mekanismenya seperti apa. Namun BI sangat mendukung jika di Jatim ada rencana pembentukan BUMD Pangan.
“Karena untuk daerah-daerah yang ciri khasnya adalah produsen dan konsumennya banyak perlu adanya suatu badan untuk menstabilkan harga dari beberapa komoditas tertentu. Seperti halnya peran Bulog yang menstabilkan harga padi, jagung, dan kedelai.”ujarnya di sela Bincang-Bicang Media (BBM) BI Jatim di Surabaya..
Ia menjelaskan, memang perkembangan terakhir dari TPID di daerah-daerah bahwa, TPID meminta supaya ada lembaga apakah itu BUMD Pangan yang tujuannya untuk menstabilkan harga pangan di pasar. [cty]

Tags: