Dengan HP, Tahanan Kendalikan Pemerasan

Lembaga Pemasyarakat Pamekasan tempat AR diamankan untuk mengedalikan pemerasan. [syamsudin/bhirawa].

Pamekasan, Bhirawa
Diduga Lemahnya pengawasan dari personil di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Pamekasan, membuat banyak narapidana maupun tahanan yang berada di dalam memiliki telepon genggam atau HP, sehingga dapat melakukan pengendalian pemerasan. Terungkapnya kasus pemerasan dilakukan AR warga binaan Lapaa Klaa IIA Pamekasan, setelah Polsek Palengaan, mengamankan Ach Siry (38), warga desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan.
Humas Lapas Klas II-A Pamekasan, Restu Wedy Lutfianto membenarkan perihal warga binaannya yang kedapatan menggunakan HP hingga dapat melakukan pemerasan terhadap warga yang kehilangan sepeda motornya. Pemerasan itu berawal dari diamankan Ach. Sirry (38) asal Desa Blumbungan Kecamatan Larangan Pamekasan oleh Polsek Palengaan karena diduga telah melakukan tindak pidana penipuan terhadap Lutfiyadi (22), dengan modus operandi meminta uang tebusan terkait hilangnya sepeda motor milik Lutfiyadi asal Desa Palengaan Laok Kecamatan Palengaan Pamekasan yang hilang 1 bulan yang lalu dengan TKP Desa Karang Durin Kecamatan Karang Penang Kabupaten Sampang.
Namun setelah dilakukan penebusan, ternyata sepeda motor yang ditunggu-tunggu belum juga ada, sehingga terjadilah keributan yang berujung diamankannya Ach. Sirry oleh Polisi. Setelah dilakukan penelusuran, ternyata yang menjadi otak penipuan berasal dari salah satu tahanan yang ada di lapas kelas II-A Pamekasan atas nama AR, Cs.
Mendapat laporan itu, atas perintah Kalapas, langsung diadakan swiping terhadap kamar yang bersangkutan oleh staf KPLP serta staf kantor dan ditemukan 2 buah HP dalam kamar tahanannya. “Setelah di introgasi memang yang bersangkutan melakukan apa yang dijelaskan pihak Kepolisian bahwa AR telah melakukan tidak pemerasan”, jelas Restu W Lutfianto. [din]

Tags: