BNN Kota Surabaya Pelototi Peredaran Tembakau Gorilla di Kota Pahlawan

oto-ilustrasi-pengungkapan-10-kilogram-tembakau-super-cap-Gorilla.

(Partisipasi Masyarakat Dibutuhkan untuk Bersama Perangi Narkoba)
Surabaya, Bhirawa
Meski peredaran tembakau super cap Gorilla belum masuk ke wilayah Jawa Timur, khususnya Surabaya. Namun Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya terus bertekad melakukan penyelidikan dan pemantauan peredaran tembakau Gorilla di Kota Pahlawan.
Penyelidikan dan pemantauan itu dibenarkan Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti. Meski belum menjumpai adanya temuan maupun pengguna tembakau Gorilla di Surabaya, namun Suparti memerintahkan bidang Pemberantasan pada BNN Kota Surabaya untuk menyelidiki adanya peredaran tembakau Gorilla ini.
“Narkoba jenis sabu masih tren di Surabaya. Sementara untuk tembakau Gorilla, petugas kami masih melakukan penyelidikan. Tapi ada temuan si oleh salah satu Polsek di sini, karena yang memakai tembakau Gorilla pasti ketahuan dengan sakau yang parah,” kata AKBP Suparti saat dihubungi Bhirawa, Senin (23/1).
Menurut Suparti, Undang-undang Narkotika untuk tembakau Gorilla masih menjadi peredebatan. Sebab, ini bagian dari NPS (new psychoactive substances) atau zat baru yang belum jadi lampiran UU Narkotika. “Kita juga menunggu keterangan dari hasil lab tembakau Gorilla ini, apakah masuk dalam UU Narkotika atau tidak,” jelasnya.
Disinggung terkait temuan 44 jenis narkoba baru temuan BNN pusat, mantan Kasubag Humas Polrestabes Surabaya ini mengaku, sampai saat ini pihaknya belum menemukan hal serupa di Surabaya. Menurutnya, kalau tembakau Gorilla sudah ada yang mengetahui penyebarannya. Tapi untuk temuan narkoba baru di Surabaya, Suparti mengaku belum ada dan membutuhkan partisipasi masyarakat untuk menginformasikan jika ada kasus maupun temuan narkoba.
“Kan temuan baru jenis narkotika itu ada yang masuk dalam daftar obat-obat kesehatan. Kalau pun ada temuan dari kita dan masyarakat, baru kita lab kan. Untuk temuan lainnya, kami masih meraba-raba dan butuh bantuan informasi masyarakat terkait hal-hal yang berhubungan dengan narkoba,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Amrin Remico mengaku belum ada temuan narkoba jenis baru di Jatim. Tapi, pihaknya tak menampik kalau saat ini BNNP Jatim masih menyelidiki keberadaan narkoba jenis baru di Jatim, seperti Tembakau Gorilla. Menurutnya, tembakau Gorilla berbeda dengan ganja. Karena tembakau ini sudah dicampur dengan zat-zat kimia lain, sehingga efeknya lebih berat dan dahsyat daripada ganja.
Sambung Amrin, untuk narkoba jenis ganja merupakan murni daun atau batangnya. Sementara Tembakau Gorilla campurannya bahan kimia yang lebih membahayakan dari segi efeknya. Untuk di Jatim, Amrin mengaku, petugas BNNP masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait Tembakau Gorilla.
“Sebenarnya di Permenkes istilah kimianya bukan Tembakau Gorilla, tapi saya lupa istilahnya. Hanya saja sebutan untuk penjualannya ya Tembakau Gorilla. Untuk itu, kita (BNNP) masih menyelidiki kebedaraan Tembakau Gorilla di Jatim,” terang Amrin beberapa waktu lalu. [bed]

Tags: