BNN Kab.Malang Ajak Ormas Ikut Cegah Narkoba

AKBP I Made Arjana

Kab Malang, Bhirawa
Meningkatnya pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Malang, menyebabkan wilayah ini menjadi rentan terjadinya peredaran narkotika dan obat-obatan (narkoba). Terbukti, merujuk data Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang, terdapat lima kecamatan dari 33 kecamatan, dengan kasus narkoba tertinggi.
Kepala BNN Kabupaten Malang AKBP I Made Arjana, Selasa (24/1), kepada wartawan menjelaskan, dari lima kecamatan memiliki data tertinggi terkait peredaran narkoba tertinggi, yakni Kecamatam Damit, Turen, Gondanglegi, Kepanjen, dan Singosari. Di Kabupaten Malang ini, pada 2016 sebanyak 176 kasus pengguna dan pengedar narkoba.
“Selama ini kami dalam memerangi narkoba kerjasama dengan Polres Malang dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Distrik Militer (Kodim) 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu,” paparnya. Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga menggandeng beberapa tokoh agama, tokoh masyarakat, dan juga organisasi masyarakat (ormas).
Salah satunya adalah Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) kabupaten setempat. Dan BNN juga tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi terkait bahayanya mengkonsumsi narkoba kepada masyarakat. Harapannya, dengan sering melakukan sosialisasi ke wilayah desa, akan bisa mencegah peredaran narkoba di Kabupaten Malang, khususnya di wilayah Malang Selatan. Sebab, kata Made, Malang Selatan merupakan wilayah yang sangat strategis dalam peredaran narkoba. Karena di wilayah tersebut banyak terdapat tempat wisata, sehingga obyek wisata sebagai saaran empuk pengedar narkoba. Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Kepanjen, juga sebagai sasaran para pengedar narkoba. Karena data BNN wilayah Ibu Kota Kabupaten Malang tersebut, juga memiliki angka tertinggi kasus narkoba.
“Semakin tinggi tingkat perekonomian masyarakat, hal itu menjadi ladang bagi para pengedar narkoba. Dan pengedar narkoba juga mencari lokasi yang mereka nilai strategis dalam menjual dagangannya yaitu narkoba,” terang dia.
Ditegaskan, agar peredaran narkoba tidak meluas di Kabupaten Malang, maka pihaknya terus meningkatkan pengawasan dan pemantauan secara ketat. Sehingga pihaknya juga membentuk relawan ditingkat desa dalam mengawasi peredaran narkoba. Dengan begitu kita harapan, untuk mempersempit ruang gerak para pengedar narkoba.
“Personel BNN Kabupaten Malang ini sangat terbatas, sedangkan wilayah Kabupaten Malang ini sangat luas. Sehingga diperlukan keikutsertaan masyarakat dalam memperangi peradaran narkoba. Karena peran masyarakat sangat penting dalam mengungkap kasus peredaran narokoba,” papar Made. [cyn]

Tags: