Wagub Jatim Berangkatkan 100 KK Transmigrasi ke Bulungan

2-rac(Pusat Dukung Transportasi Menggunakan Pesawat)
Pemprov Jatim, Bhirawa
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf memberangkatkan 100 kepala keluarga (KK) transmigran asal sejumlah daerah dengan tujuan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Rabu pagi (9/11) dari Asrama Transcito Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jatim.
Pada 2016, transmigran asal Jatim total mencapai 550 kepala keluarga, rinciannya 100 KK dibiayai APBD Jatim, sedangkan 450 KK lainnya menggunakan dana dari APBN. Bahkan, setiap tahun peminat untuk bertransmigrasi masih cukup tinggi, kisaran 2000-2500 KK. Diberangkatkannya 100 KK ke Kabupaten Bulungan tersebut merupakan kerjasama antara Pemprov Jatim, Pemerintah Kabupaten Bulungan, dan Pemerintah Pusat yang telah dimulai sejak 2012 lalu.
Wagub Jatim yang akrab disapa Gus Ipul menjelaskan, Pemprov Jatim dalam APBD secara khusus mengalokasikan dana hibah untuk membiayai pembangunan rumah transmigran, jamban keluarga, dan sarana air bersih.
“Melalui kerja sama itu sampai tahun keempat telah menempatkan transmigran sebanyak 700 KK atau sekitar 2.155 jiwa. Dengan tambahan sekarang maka memberangkatkan 800 KK atau sekitar 2.488 jiwa dengan total dana hibah sebesar Rp31,177 miliar,” paparnya.
Dalam kesempatan ini, Gus Ipul berpesan para transmigran berangkat dengan niat yang bulat dan tekat yang kuat, sehingga mereka bisa meraih kesuksesan di lokasi yang baru. “Ikuti juga peribahasa ‘Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’. Artinya, hormati budaya dan adat-istiadat di tempat tujuan transmigrasi. Jangan lupa disiplin dan penuh tanggung jawab dalam semua urusan sekaligus membiasakan menabung yang manfaatnya akan terasa di masa mendatang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disnakertransduk Jatim Dr H Sukardo mengatakan 100 kk transmigran yang diberangkatkan itu terdiri dari 309 jiwa. Jika dirinci, dari Madiun 15 KK, Magetan 10 KK, Ponorogo 10 KK, Malang 5 KK, Lumajang 6 KK, Kediri 4 KK, Nganjuk 10 KK, Ngawi 30 KK, Tulungagung 5 KK, dan Pacitan 5 KK.
Dikatakannya, di Kabupaten Bulungan saat ini kondisinya sudah luar biasa, hal ini dikarenakan sejak ada transmigran maka tahun ini sudah surplus beras hingga 350 ton. “Kemarin sampai kualahan akhirnya surplus beras di beli oleh para PNS di Bulungan,” kata Sukardo.
Sementara itu, hingga saat ini minat transmigran ternyata masih cukup tinggi. Dari catatan Disnakertransduk hingga saat ini masih ada 2859 KK yang mengantri untuk menunggu diberangkatkan transmigrasi.
“Jika satu tahun hanya 550 orang yang berangkat berarti ini ada antrian 6-7 tahun untuk berangkat. Kami sudah berkoordinasi dengan pusat agar anggaran ditambah sehingga antrian tidak lagi panjang,” ujarnya.
Setibanya di lokasi, transmigran mendapat rumah tipe 36, tanah seluas dua hektare, tunjangan hidup selama 18 bulan dan memastikan keikutsertaan pada program BPJS ketenagakerjaan maupun kesehatan
Disisi lain, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI mendukung usulan Jatim agar pemberangkatan para transmigran ke daerah tujuan menggunakan pesawat terbang.
“Rencana itu sedang dibahas di kementerian dan semoga bisa terealisasi,” kata Direktur Penataan Persebaran Penduduk Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Dr Chamidun Daim MBA.
Ia mengharapkan, rencana itu bisa terlaksana tahun depan sehingga proses pemberangkatan para transmigran berjalan lebih lancar dan semakin diminati masyarakat. Namun, realisasi masih tergantung pada dana yang disiapkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2017, termasuk upaya perbaikan-perbaikan di lokasi transmigrasi.
“Pak Menteri (Eko Putro Sandjojo) juga sedang membahasnya dengan maskapai. Semoga terwujud dan ke depan transmigran naik pesawat,” katanya. [rac]

Tags: