Tiga Jenasah TKI Telah Dipulangkan

2-tki-ilegal-korbanPemprov Jatim, Bhirawa
Terjadinya tragedi tenggelamnya kapal pengangkut TKI (Tenaga Kerja Indonesia) ilegal pada 1 November lalu pada pukul 05.15 Wib di wilayah perairan ‘Tanjung Memban’ Nongsa Batam, kini para korban meninggal asal Jatim telah dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Jatim, Dr H Sukardo mengatakan, dari 18 korban meninggal ada 5 orang asal Jatim. “Dari lima korban meninggal, baru tiga korban yang sudah dipulangkan diantarkan dengan ambulan yang sudah disediakan. Sedangkan dua korban meninggal belum ada rencana dipulangkan,” katanya, Minggu (6/11).
Ketiga korban meninggal yang dipulangkan yaitu korban atas nama Supriyadi asal Kediri dan pihak keluarga masih belum ada yang menjemput. Selanjutnya, korban atas nama Rian Eko Yuniar asal Tulungagung yang dijemput istri dan keluarga, “Rian ini sudah bekerja lima tahun di Malaysia,” tambahnya.
Kemudian korban atas nama Maysaro asal Probolinggo juga telah dijemput keluarganya. Maysaro ini tenaga kerja Indonesia yang sudah bekerja di Malaysia selama enam tahun dan sudah sering pulang pergi Indonesia -Malaysia.
Dari data sementara yang dilansir, total penumpang kapal tersebut sebanyak 98 orang dengan anak buah kapal sebanyak tiga orang. Ketika terjadi tenggelamnya kapal, maka ada 39 orang yang selamat, 8 orang hilang, dan 54 orang yang meninggal.
Dalam kesempatan ini, Sukardo mengatakan, pemerintah memberikan bantuan mobil ambulan mengantarkan korban sampai ke rumah duka dan diberikan santunan duka. Jika TKI ilegal non prosedural, maka korban tidak mendapatkan asuransi,
Untuk itu, Sukardo mengharapkan, agar masyarakat yang ingin menjadi TKI harus melalui prosedur yang jelas, dikarenakan selain ada asuransi juga pendapatan yang diterima pada saat bekerja lebih jelas dibandingkan menjadi TKI ilegal. [rac]

Rate this article!
Tags: