The Big Bad Wolf Book Sale Terjual 1 Juta Buku

Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf menyempatkan diri membaca buku dan berbincang-bincang dengan para pengunjung yang datang ke pameran buku 'The Big Bad Wolf Book Sale'.

Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf menyempatkan diri membaca buku dan berbincang-bincang dengan para pengunjung yang datang ke pameran buku ‘The Big Bad Wolf Book Sale’.

Pemprov, Bhirawa
Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf resmi menutup pameran buku berskala internasional bertajuk ‘The Big Bad Wolf Book Sale’ yang telah digelar selama 12 hari mulai 20-31 Oktober 2016 di JX Interntional, Jalan A Yani, Surabaya, Senin (31/10) malam.
Menurutnya, pameran buku tersebut telah membuktikan minat baca masyarakat Jatim cukup tinggi. Sebab selama 12 hari itu telah berhasil menjual buku lebih dari 1 juta buku. “Pengunjungnya 250 Ribu lebih, terjual 60 persen dari 2 juta buku dengan 50 ribu judul. Luar biasa,” katanya.
Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, menilai, pameran buku ini sebagai literasi kepada masyarakat dengan menyajikan buku-buku bermutu. Tak hanya dalam negeri tapi juga dari luar negeri dengan harga murah, yang diskonnya bisa mencapai sekitar 80 persen.
Mantan Menteri Pembangunan Daerah ini menceritakan, anak bungsunya yang masih duduk di kelas IV SD, Muhammad Farelino Ramadhan meminta uang ke dirinya, untuk dibelanjakan membeli buku.  “Dia berangkat bersama-sama temannya untuk membeli buku,” terangnya.
Gus Ipul berharap, bursa buku yang dikelola secara profesional dapat menginspirasi penerbit-penerbit dalam negeri (terutama Ikatan Penerbit Indonesia) untuk melakukan langkah sama. “Kegiatan ini terbukti bahwa masyarakat haus akan bacaan. Ini peluang bagi penerbit-penerbit kita untuk mengembangkan pasarnya,” tuturnya.
Menurut dia, digelarnya pameran buku menjadi bagian dari pengembangan literasi sekaligus mampu mewujudkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi lebih berkualitas. Buku sebagai sumber ilmu, kata dia, mempengaruhi SDM semakin cerdas dan bermanfaat dengan ilmu-ilmu pengetahuan serta teknologi yang bisa dipelajari.
Pemprov Jatim berencana meminta kembali penyelenggara menggelar pameran serupa dalam rangka HUT ke-72 provinsi setempat. “Adanya pameran buku ini turut menjadi bagian mencerdaskan anak bangsa dan kegiatan semacam ini tak boleh berhenti sekali ini saja,” kata Gus Ipul.
Tidak itu saja, pameran buku dipastikan berpengaruh positif terhadap ekonomi kerakyatan, mulai dari pemanfaatan SDM membantu proses penyelenggaraan, bisnis kuliner hingga jasa parkir di sekitar lokasi gedung.
Sementara itu, Presiden Direktur PT. Jaya Ritel Indonesia Uli Silalahi selaku penyelenggara mengatakan hingga beberapa jam menjelang penutupan, total pengunjung mencapai angka lebih dari 250 ribu orang. “Kalau sampai akhir pameran, diperkirakan mencapai 270 ribu pengunjung. Meski tidak sampai melebihi Jakarta yang didatangi lebih dari 350 ribu orang, tapi di Surabaya merupakan angka fantastis karena baru pertama kali,” katanya.
Tujuan digelarnya pameran ini, lanjut dia, menggairahkan kembali minat baca masyarakat Indonesia sekaligus lebih mencintai buku karena merupakan “jendela dunia” dan mencerdaskan bangsa. “Apalagi sesuai data yang kami terima, Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara di dunia yang memiliki daftar literatur dalam tingkat minat bacanya. Ini tentu harus diperbaiki,” katanya. [iib]

Tags: