Sebanyak 60 Penyuluh KB Siap Jadi Pegawai Pusat

Penyuluh KB Kabupaten sebanyak 60 orang yang akan beralih menjadi pegawai fungsional BKKBN Pusat.

Penyuluh KB Kabupaten sebanyak 60 orang yang akan beralih menjadi pegawai fungsional BKKBN Pusat.

Kab.Blitar, Bhirawa.
Karena tuntutan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah berdampak pada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Blitar. Seluruh penyuluh KB milik Kabupaten sebanyak 60 orang bakal beralih menjadi pegawai fungsional BKKBN yang ditempatkan di wilayah Kabupaten Blitar.
Kebijakan tersebut berpengaruh pada koordinasi pihak BPPKB dengan para penyuluh. Karena selama ini, yang menjadi ujung tombak perkembangan KB di wilayah-wilayah pelosok adalah para penyuluh lapangan KB.
Diungkapkan Kepala BPPKB Kabupaten Blitar, Wahid Rosidi mengatakan dengan diambilalihnya penyuluh KB menjadi pegawai BKKBN sedikit banyak tentu berpengaruh, karena selama ini berbagai program KB di Kabupaten Blitar berkembang signifikan, dan itu bekat dukungan dan usaha para penyuluh.
“Tentunya perlu adaptasi lagi, seperti apa BPPKB tanpa para penyuluh ini. Karena selama ini ujung tombak sosialisasi dan pelayanan KB didukung oleh para penyuluh KB ini,” kata Wahid Rosidi.
Namun meskipun nanti para penyuluh KB iniakan tetap ditempatkan di wilayah Kabupaten Blitar, dimana pengawasan kinerja dan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh penyuluh langsung berada dalam pengawasan BKKBN, sehingga membuat program daerah bakal kehilangan tenaga yang cukup besar.
“Selama ini berbagai kegiatan KB selalu dibantu oleh para penyuluh, dengan adanya pengalihan ini tentu daerah yang kesulitan,” jelasnya.
Lanjut Wahid, pengalihan penyuluh menjadi pegawai fungsional BKKBN pusat ini sebenarnya sudah terdengar sejak diterbitkan Undang-Undang tersebut. Karena memang selama ini, tenaga penyuluh KB sendiri terus menyusut karena ada yang pensiun dan dialihkan menjadi pegawai dinas.
“Sebelumnya kami sudah dengar hal ini sejak tahun lalu, mungkin bagi para penyuluh sendiri kesejahteraan mereka akan lebih baik jika nanti menjadi pegawai pusat,” ujarnya.
Namun pihaknya tetap berharap pegawai di bidang KB tidak berkecil hati karena adanya pengalihan ini, sehingga tetap semangat untuk memajukan dan mengembangkan program KB di Kabupaten Blitar. Karena meskipun secara kelembagaan putus hubungan, namun garis kerja tetap akan tersambung.
“Kami berharap para penyuluh KB ini nanti tetap akan memberikan perkembangan yang signifikan terhadap program KB di Kabupaten Blitar,” pungkasnya. [htn.adv]

Tags: