Sajikan Minuman Wedang Khas Sekarwangi

Ibu-ibu Hijabers yang sedang menggelar arisan ini menikmati wedang khas Sekarwangi restauran. [achmad tauriq]

Ibu-ibu Hijabers yang sedang menggelar arisan ini menikmati wedang khas Sekarwangi restauran. [achmad tauriq]

Surabaya, Bhirawa
Cuaca yang tak menentu kadang kala panas dan kadang pula hujan ternyata bisa membuat kondisi tubuh menjadi drop, untuk supaya tubuh selalu dalam kondisi fit Sekarwangi restauran Hotel Santika Jemursari Surabaya telah menyediakan lima wedang berbahan dasar jahe.
Adapun lima wedang tersebut adalah wedang Coro, wedang Secang, wedang Jali-jai, wedang Cemoe dan wedang Sarabah yang cocok dinikmati saat sore hari, sehingga membuat tubuh tetap selalu hangat dan fit.
Menurut Pastry Chef Hotel Santika, Eko Sulistyo mengungkapkan lima wedang yang dibuatnya ini memang berasal dari berbagai daerah yang memiliki bahan dasar jahe, hanya nama maupun isinya yang berbeda-beda.
“Sebenarnya bahan dasar dan rempah-rempahnya sama hanya nama dan isinya yang berbeda, seperti di Surabaya lebih dikenal dengan wedang ronde tapi di daerah lain dikenal dengan nama berbeda seperti wedang Secang yang berasal dari Solo,” terangnya, Selasa (8/11).
Sedangkan perbedaan dari ke lima wedang itu sendiri adalah dari bahan campurannya, seperti wedang Coro terdapat santan dan laos, Secang lebih condong warna merah ke ungguan karena menggunakan kayu secang. Sedangkan Jali-jali menggunakan air lemon ditambah dengan biji jali-jali dan untuk Sarabah terdapat campuran susu, madu dan gula batu.
“Kalau wedang Cemoe hampir sama dengan angsle hanya tanpa ketan, kacang ijo dan kelapa, lainnya sama memakai roti, mutiara dan santan. Namun yang paling favorit adalah wedang Secang karena lebih banyak bahan rempahnya dan bisa hangat ditubuh apabila sudah diminum,” jelasnya. [riq]

Tags: