Rencana Investasi Ferrari di Jatim Jadi Rebutan

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Pemprov, Bhirawa
Rencana produsen mobil asal Italia, Ferrari, yang akan berinvestasi di Jatim menjadi rebutan daerah di Jatim. Setelah sebelumnya Bupati Sidoarjo H Saiful Illah menyatakan siap menyediakan lahan 1.000 hektare, kini giliran Bupati Lamongan H Fadeli yang juga menyatakan kesiapan serupa. Bahkan, Fadeli menyebut pihaknya sanggup menyiapkan lahan hingga 3.000 hektare.
“Saya siap menyediakan lahan 3.000 hektare di Brondong, Lamongan. Jika Ferrari hanya membutuhkan 2.000 hektare lahan, jadi bisa satu komplek. Tidak terpisah-pisah satu di daerah lain, satunya di daerah lain. Kalau di Lamongan bisa satu komplek,” kata Fadeli, ditemui di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (2/11).
Bupati yang diusung dari Partai Demokrat ini berharap, Ferrari bisa menanamkan investasinya di Lamongan. Karena pihaknya berjanji akan memberikan kemudahan perizinan dan upah tenaga kerja juga lebih murah dibandingkan dengan Surabaya maupun Sidoarjo.
“Saya mengharapkan di Lamongan. Saya akan memberikan kemudahan. Mulai lahan hingga perizinan. Kebutuhan macam-macam yang diminta Ferrari akan kami siapkan, termasuk tenaga kerja yang (upahnya) separuhnya dari Surabaya,” tandasnya.
Fadeli mengatakan, Tim Ferrari sudah datang ke Lamongan dan pihaknya sudah menawarkan tempatnya. Dari tiga tempat, tim Ferrari memilih lahan ditepi laut yakni di Brondong, disbanding di Mantub dan Babat-Ngimbang.
“Tadi malam (kemarin malam, red) Tim Ferrari sudah bertemu saya. Memang tidak bicara berapa luas lahan. Inginnya dekat dengan bibir laut, karena dia ingin mengambil air dari laut. Saya suruh lihat langsung saja. Mungkin hari ini (kemarin) survei,” ujar Fadeli.
Sementara itu, Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo mengatakan, ada beberapa daerah yang siap menyediakan lahan. Diantaranya Kab Sidoarjo yang sudah siap 1.000 hektar, Kab Situbondo bahkan Kab Lamongan juga siap menyediakan lahan hingga 3.000 hektar.
Menurut dia, lahan 2000 hektare yang dibutuhkan Ferrari tidak harus dalam satu daerah. ”Yang penting 1.000 hektar yang awal itu di satu tempat. Banyak yang menawari itu. Bupati Sidoarjo menawarkan tanahnya disitu. Pak Bupati Lamongan juga menawari bahkan siap sampai 2000 sampai 3000 hektare,” katanya.
Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Soekarwo, mengatakan, Ferrari membutuhkan lahan yang sangat luas hingga 2.000 hektar. Lahan yang diminta adalah dekat dengan area penghasil garam. Sebab garam tersebut untuk memperkuat kualitas baja yang digunakan spare part mobil kelas premium hingga spare part lainnya.
Selama ini, Jatim dikenal dengan penghasil garam, yang disumbang dari Pulau Madura. Ferrari membutuhkan lahan 2000 hektar yang lokasinya dekat daerah penghasil garam. ”Mintanya dekat dengan Madura, dekat dengan garam. Untuk membangun baja kelas satu, harus dicampur dengan garam dari sisi teknologi,” ujarnya.
“Kenapa dia butuh garam, karena untuk mengolah metalurgi baja dengan garam agar tahan karat. Makanya, industri-industri yang bagus kan bajanya nggak karatan. Peralatan tempur, alutsista rata-rata kuat terhadap korosi,” terangnya.
Lahan 2.000 hektar yang dibutuhkan Ferrari kabarnya akan digunakan investasi untuk 11 bidang produksi seperti dari spare part mobil kelas premium, mobil SUV hingga produk elektronik. ”Macam-macam ada 11 (bidang usaha). Ada konten, spare part untuk Italia dan Inggris bisa dibuat disini, nanti dikirim ke sana. Banyak sekali ,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, sebelumnya dirinya telah melakukan kunjungan kerja ke Jepang dan London pada pekan lalu, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Ferrari di Jatim. Ketika dirinya berada di Inggris, pihak Ferrari menyampaikan, bahwa gubernur tidak perlu mendatangi markas Ferrari di Italia.
“Waktu kita di Inggris, dia (Ferrari) sudah mengirim surat kepada kita bahwa, kita tidak perlu hadir karena kami (Ferrari) sudah menyetujui. Tinggal mencari tanah,” terangnya. Pakde Karwo mengatakan, Ferrari sudah menerjunkan timnya untuk survei lahan 2000 hektare dan rencananya penyusunan detail engineering design (DED) akan dimulai 2017. ”Ini serius. Tahun depan mungkin mulai DED,” katanya.
Ia yakin, Ferrari tetap investasi di Jatim dan tidak akan ke daerah lain atau negara lain, karena sudah melakukan MoU dengan Ferrari pada tahun ini.  ”Kan sudah MoU tentang investasi. Nanti detailnya digarap oleh official meeting,” tuturnya.
Kabarnya, investasi dari Ferrari sekitar Rp70 triliun. Ketika ditanya berapa tenaga kerja yang akan terserap dengan kehadiran investasi Ferrari, Pakde Karwo enggan menjawab. ”Engko ae lah (nanti saja lah). Seng penting Ferrari oke,” tandasnya. [iib]

Tags: