PemkotAjukanPenangguhan Tersangka Proyek Fiktif

Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Kota Malang, Bhirawa
Wali Kota Malang HM Anton, kepada wartawan Senin (7/11) kemarin, mengatakan pihaknya, sudah memerintahkan Bagian Hukum Pemkot untuk mengajukan penangguhan penahanan pada empat tersangka dugaan proyek fiktif Dinas Pasar tahun 2014.
“Kami minta Kabag Hukum mengajukan penangguhan penahanan sementara sebelum proses pengadilan berlangsung, karena keempat tersangka tidak akan menghilangkan barang bukti,” ungkap Anton.
Menurut Walikota yang kerap disapa Abah Anton, penangguhan penahanan merupakan hak setiap orang yang terjerat kasus hukum, senyampang ada prosedur yang dipenuhi.
“Ini yang kami inginkan, supaya mereka bisa berkonsentrasi, apalagi mereka masih aktif sebagai aparatur sipil negara, yang bertanggung jawab terhadap beban pekerjaan yang dia emban,” tandas Abah Anton.
Pihaknya menegaskan, Pemkot menjamin para tersangka ini tidak melarikan diri. Hal ini, menurut Anton, sudah merupakan kewajiban Pemkot, untuk memberikan bantuan hukum kepada yang bersangkutan.
Patut diketahui, Keempat tersangka itu adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan SKPD Kota Malang. Yakni, E, SN, EW, dan Widodo, keempatnya ditahan sejak tanggal 3 Nopember kemarin. Mereka disangka melakukan proyek fiktif ketuka masih bertugas di Dinas Pasar Kota Malang.
Sebelumnya Wakil Walikota Malang, Sutiaji menegaskan akan memberikan bantuan hukum kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dipanggil Kejari. “Meskipun belum berstatus tersangka, masih saksi pun kami akan berikan pendampingan hukum, ” tegasnya. Dengan tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah, ia berharap semua SKPD tetap berjalan sesuai koridornya.
Sutiaji meminta adanya kasus ini tidak membuat SKPD lain bisa lebih bertanggung jawab. Diluar itu, SKPD lain tidak boleh terpengaruh dengan adanya kasus ini. Justru, kasus ini harus menjadi perhatian SKPD lain. [mut]

Tags: