Pabrik B3 Potensi Tambah PAD Jatim

bahan-beracun-dan-berbahayaDPRD Jatim, Bhirawa
Pabrik pengolahan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) berpotensi menambah pendapatan asli daerah (PAD). Untuk itu dorongan untuk mencari lahan untuk pembangunan pabrik B3 ini semakin menguat.
“Berdasarkan perhitungan keekonomian, industri pengolahan limbah B3, tergolong sangat menguntungkan,” kata Ketua Komisi D DPRD Jatim Edy Paripurna, Kamis (3/11).
Lebih lanjut dijelaskan, potensi limbah di Jawa Timur ditaksir sebanyak 1,4 juta ton tiap bulan. Sedangkan ongkos buang limbah B3 seharga Rp2.500 per-kilogram.
Menurutnya, dengan memiliki ndustri limbah B3, maka Badan Lingkungan Hidup (BLH) juga dapat menjadi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) penghasil untuk memperbesar PAD. “Hal ini sudah kami sampaikan dalam rapat paripurna kemarin,” ungkap dia.
Anggota Komisi D Karimullah Dahrujiadi memaparkan, pada Rancangan APBD 2017, BLH Provinsi Jawa Timur memperoleh alokasi anggaran belanja langsung sebesar Rp11.323.133.000.Anggaran terbesar, mencapai Rp2,750 miliar digunakan untuk program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan.
Cakupan program tersebut sangat luas, bukan hanya melawan pabrik-pabrik nakal, melainkan juga rumah sakit nakal. Tak terkecuali rumahb sakit BLUD milik pemerintah provinsi yang belum memiliki IPAL memadai.
“Nah, problem lain Badan Lingkungan Hidup, adalah penanganan limbah B3. Jawa Timur merupakan daerah yang memiliki kawasan industri terpadat kedua di Indonesia. Namun ironisnya, selama berpuluh-puluh tahun hingga kini, belum memiliki tempat pembuangan akhir limbah,” tutur Karimullah.
Sehingga seluruh limbah, lanjutnya, termasuk B3 dibuang secara suka-suka oleh pabrik.
Saat ini terdapat usaha swasta pengolah limbah B3 yang beroperas di Jawa Timur, namun belum dapat memenuhi standar proses integrasi yang memadai. Sehingga hasil akhir pengolahan limbah masih dibuang ke Cileungsi, Jawa Barat.
Sejak penyusunan APBD tahun 2016 lalu, Komisi D telah merekomendasikan pembangunan industri pengolahan limbah, diawali dengan penyediaan lahan. Namun progress penyediaan lahan hingga kini belum memadai.
“Karena itu kami rekomendasikan, agar segera dilakukan pencarian lahan industri pengolahan B3. Pada tahap selanjutnya perlu pula segera dibangun industri pengolahan limbah B3,” tegas politisi Partai Golkar ini.
Sementara itu, Kepala BLH Jatim Bambang Sadono menyatakan pihaknya menyambut positif rencana tersebut. Namun persoalannya saat ini BLH masih mencari lahan untuk pabrik pengolahan limbah B3 itu. “Kami saat ini sedang proses mencari lahannya dulu,” ujar Bambang. Cty

Rate this article!
Tags: