Operasi Sadar Pajak Sekaligus Bebas Narkoba

8-mut-bnn(Libatkan BNN Kota Malang)
Kota Malang, Bhirawa
Operasi sadar pajak yang dilakukan Dinas Pendaptan Daerah (Dispenda) Kota Malang, sudah biasa dilakukan. Tetapi Sabtu akhir pekan kemarin, dilaksanakan dengan nuansa yang amat berbeda. Dispenda Kota Malang, bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang, mendatangi sejumlah hiburan malam di Kota Malang, untuk memastikan jika cafe tersebut merupakan cafe yang sadar pajak sekaligus tempat hiburan yang bebas dari narkoba.
“Saat ini, mendekati akhir tahun dan bahkan sudah bersiap ‘tutup buku’, karena target sudah melebihi ekspektasi, yakni, Rp 310 Miliar dari target awal Rp 282 Miliar. Tapi tetap kita lakukan operasi sadar pajak sealigus operasi bebas narkoba,”tutur Kepala Dispenda Ade Herawanto.
Bersinergi dengan BNN dan jajaran aparat penegak hukum, sasaran Opsgab kali ini adalah tempat-tempat hiburan termasuk cafe dan karaoke yang tersebar di wilayah Kota Malang.
Puluhan personel terlibat aktif dalam operasi yang digelar hingga jelang Minggu (6/11) dini hari, mulai dari unsur Kepolisian, TNI, Kejaksaan Negeri, Duta Anti Narkoba, Gatra Pajak serta lintas komunitas seperti d’Kross, PPMR, Granat dan Arema Cronus.
Dari unsur Pemkot Malang melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Perizinan dan Pelayanan Terpadu (BP2T), Bagian Hukum serta tak ketinggalan merangkul pihak auditor akuntan publik.
“Kami tidak turun sendirian karena melibatkan jajaran samping dan selalu berkoordinasi dengan Forkopimda. Sinergi antar lintas jajaran penting dilakukan, mengingat hal ini sudah menjadi tanggungjawab bersama kami demi menciptakan iklim Kota Malang yang kondusif, warganya taat pajak, tertib administrasi dan tentunya bebas narkoba,” tambah Ade Herawanto
Menurut Ade, tidak sekadar memeriksa pembukuan para WP yang tergolong Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dalam Opsgab ini juga dilakukan tes urine kepada para pengunjung tempat-tempat hiburan malam yang didatangi.
Tindakan represif pun langsung dilakukan terhadap seluruh pelanggaran yang terjadi. Untuk WP hiburan yang masih bandel, langsung dikenai sanksi mulai dari yang ringan seperti teguran dan ditempeli stiker belum bayar pajak hingga peringatan keras berupa penyegelan serta reklame usahanya digergaji oleh Tim Satgas Reklame Dispenda.
Sedangkan dari hasil tes urine yang dilakukan pihak BNN, mereka yang kedapatan positif mengkonsumsi narkoba bakal langsung diamankan petugas.
Pendapat senada diamini Kepala BNN Kota Malang, AKBP Bambang Sugiharto. Menurutnya, untuk mengimplementasikan Peraturan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, pihaknya tidak bisa bekerja sendirian.
“Upaya ini membutuhkan kerjasama dan peran aktif seluruh komponen masyarakat. Termasuk halnya dari unsur pemerintah, aparat penegak hukum serta jajaran samping. Tak akan berjalan efektif pula jika tanpa dukungan seluruh warga dari segala lapisan masyarakat,” urainya.
Menurut Bambang, dilakukannya operasi simpatik demi upaya pemberantasan peredaran narkoba juga sesuai dengan visi dan misi yang diusung Walikota Malang, HM Anton untuk mewujudkan Malang sebagai Kota Bermartabat.
“Seperti disampaikan Pak Ade, kami juga ingin memberikan jaminan rasa aman dan nyaman kepada para orangtua yang anak-anaknya bersekolah atau kuliah di Kota Malang. Termasuk menjaga imej positif Kota Malang sebagai Kota Pendidikan yang bebas narkoba demi membentuk generasi muda harapan bangsa,” tukasnya.
Upaya Ade ini, mendapat dukungan Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Abdul Hakim. Menurutnya, digelarnya Operasi Gabungan Sadar Pajak dan Bebas Narkoba ini bakal menghadirkan dampak nyata berupa manfaat positit bagi Kota Malang.
“Ini sinergi yang klop dan jitu. Efeknya bakal sangat mengena, utamanya bagi perekonomian dan pembangunan Kota Malang ke depan,” urai politisi PDIP tersebut. [mut]

Tags: