Oktober 2016, Jatim Alami Deflasi

Teguh Pramono

Teguh Pramono

Deflasi Tertinggi di Kab Jember
Pemprov, Bhirawa
Dari hasil pemantauan harga dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Bulan Oktober 2016, maka dapat dihasilkan kalau Jatim mengalami deflasi sebesar 0,14% atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 124,10 pada Bulan September 2016 menjadi 123,93 pada bulan Oktober 2016.
Menurut Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono, Selasa (1/10), kalau sepanjang tahun 2006-2016, pada Bulan Oktober terjadi tujuh kali inflasi dan empat kali deflasi. Tahun 2007 merupakan inflasi tertinggi sebesar 0,89% dan inflasi terendah pada tahun 2010 sebesar 0,02%.
“Pendorong utama inflasi Jatim pada bulan Oktober 2007 adalah naiknya harga beberapa komoditas antara lain kelapa, bawang merah, emas perhiasan, daging ayam ras, dan beras.
Pada bulan Oktober 2016, penyebab terjadinya deflasi di Jawa Timur adalah turunnya IHK pada tiga kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,24%, diikuti kelompok sandang sebesar 0,78% dan kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,20%.
Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,51%, kelompok kesehatan sebesar 0,47%, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,22%, dan inflasi terendah terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,18%.
Deflasi Bulan Oktober 2016 dipicu oleh penurunan harga pada komoditi bawang merah, emas perhiasan, daging ayam ras, tarif pulsa telepon seluler, telur ayam ras, kentang, semen, apel, jeruk, dan wortel. Pada bulan ini, tiga kelompok pengeluaran mengalami deflasi dan empat kelompok pengeluaran mengalami inflasi.
Penurunan tertinggi indeks harga konsumen terjadi pada kelompok bahan makanan dari 131,94 persen menjadi 130,31%, diikuti kelompok sandang dari 113,30% menjadi 112,42% dan kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan dari 121,00% menjadi 120,76%.
Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga konsumen adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar dari 120,34% menjadi 120,95%, kelompok kesehatan dari 121,08% menjadi 121,65%, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga dari 118,39% menjadi 118,65%, dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau dari 133,08% menjadi 133,32%.
Pada bulan Oktober, komoditi yang mengalami kenaikan harga adalah tarif listrik, cabai merah, sewa rumah, pasir, kontrak rumah, upah pembantu rumah tangga, sawi hijau, rokok kretek filter, bayam, dan kue kering berminyak.Selama kurun waktu tersebut, semua periode mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada tahun kalender Oktober 2014 sebesar 3,83%.
Disisi lain, ia juga mengatakan, kalau dari delapan kota IHK di Jatim, seluruh kota mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Kab Jember sebesar 0,26%, diikuti Kota Probolinggo sebesar 0,21%, Kota Malang sebesar 0,20%, Kab Banyuwangi sebesar 0,18%, Kota Surabaya sebesar 0,10%, Kota Kediri sebesar 0,08%, Kota Madiun sebesar 0,07% dan deflasi terendah terjadi di Kab Sumenep sebesar 0,05%.
Inflasi tahun kalender sampai dengan Bulan Oktober 2016, seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tahun kalender tertinggi terjadi di Kota Surabaya sebesar 2,38%, diikuti Kota
Malang sebesar 1,58%, Kota Madiun sebesar 1,27%, Kab Banyuwangi sebesar 1,18%, Kab Sumenep sebesar 1,12%, Kota Probolinggo sebesar 0,68%, Kab Jember sebesar 0,67%, dan inflasi terendah terjadi di Kota Kediri sebesar 0,40%. [rac]

Rate this article!
Tags: