Oknum BPN Kota Batu Terancam Dipecat

Kepala Kantor BPN Batu, Andreas Rochyadi, menunjukkan surat pemberitahuan ke Kantor-Kantor Desa untuk tidak membantu Totok Purwantoro ketika datang untuk mengurus masalah pertanahan/ agraria.

Kepala Kantor BPN Batu, Andreas Rochyadi, menunjukkan surat pemberitahuan ke Kantor-Kantor Desa untuk tidak membantu Totok Purwantoro ketika datang untuk mengurus masalah pertanahan/ agraria.

Kota Batu, Bhirawa
Seorang oknum pegawai di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batu telah melakukan pungutan liar (Pungli) dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Tercatat sudah ada 30 orang yang telah menjadi korbannya. Akibat perbuatannya, kini oknum BPN Batu ini terancam dipecat dengan tidak hormat.
Kepala Kantor BPN Kota Batu, Andreas Rochyadi,S.Sos membenarkan telah terjadi adanya pungutan liar di kantornya yang dilakukan oknum BPN Batu bernama Totok Purwantoro. Ia merupakan PNS yang ditempatkan sebagai staf di Subsie Pengendalian BPN Kota Batu. Dan kasus ini terkuak setelah ada warga yang telah menjadi korban Totok melapor ke Kantor BPN Batu.
“Setelah mendapatkan laporan pengaduan dari warga yang menjadi korban Totok Purwantoro, kita langsung membentuk Tim Khusus untuk melakukan pemeriksaan,” ujar Andreas saat ditemui dikantornya, Selasa (8/11).
Dalam pemeriksaan yang dilakukan, pelaku mengakui perbuatannya. Ia mengaku sudah ada 15 orang yang telah menjadi korbannya. Namun seiring berjalannya waktu, semakin banyak warga yang mengadu telah menjadi korban pungli dari Totok.
“Dari catatan BPN Batu, sudah ada 30 orang yang datang ke Kantor BPN Batu untuk melaporkan dan mengadukan perbuatan pelaku,”jelas Andreas.
Dari fakta dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang ada maka BPN Batu memberikan Surat Teguran Tertulis pada pelaku. Surat ini ditembuskan ke Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Jatim.
Setelah menerima surat tembusan itu, Kanwil BPN Jatim juga menurunkan Tim Khusus untuk memeriksa pelaku. Namun Pelaku tidak hadir menghadiri surat panggilan yang diberikan Tim Pemeriksa dari Kanwil. Atas fakta ini maka Kanwil BPN Jatim dan Kantor BPN Batu mengusulkan kepada Kementrian Agraria dan Tata Ruang untuk memecat dengan tidak hormat kepada pelaku, Totok Purwantoro.
Saat ini BPN Batu mengalami kesulitan untuk menyelesaikan masalah pertanahan dari para korban pungli. Pasalnya, berkas milik para korban pungli ini belum masuk ke Kantor BPN Batu atau masih dibawa Totok.
“Kita juga kesulitan dan tidak berani untuk menggeledah rumah kost Totok karena itu bukan kewenangan kami (BPN Batu). Jadi kita belum tahu dimana sekarang berkas milik korban disimpan oleh Totok,”jelas Andreas.
Atas posisi ini, Andreas mendorong agar para korban Pungli dari Totok Purwantoro segera melaporkan kasus inike Kepolisian Resor Kota Batu. Dengan harapan, pelaku pungli bisa segera diproses hukum, dan berkas-berkas milik para korban bisa segera ditemukan. [nas]

Rate this article!
Tags: