Marwah Daud Kembali Dipanggil Polda Jatim

Marwah-Daud-Ibrahim-saat-menjalani-pemeriksaan-terkait-kasus-dugaan-penipuan-penggandaan-uang-oleh-Taat-Pribadi-di-Mapolda-Jatim-Senin-1710-lalu.

Marwah-Daud-Ibrahim-saat-menjalani-pemeriksaan-terkait-kasus-dugaan-penipuan-penggandaan-uang-oleh-Taat-Pribadi-di-Mapolda-Jatim-Senin-1710-lalu.

Polda Jatim, Bhirawa
Marwah Daud Ibrahim, Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng milik tersangka Taat Pribadi lagi-lagi harus dipanggil penyidik Ditreskrimum Polda Jatim. Pemanggilan kedua kalinya Marwah pada Rabu (2/11) ini, masih terkait permintaan keterangan perihal kasus dugaan penipuan berkedok penggandaan uang di Padepokan Dimas Kanjeng.
Sebelumnya Marwah juga memenuhi panggilan penyidik Polda Jatim pada Senin (17/10) lalu. Berbekal temuan bukti-bukti baru terkait kasus penggandaan uang yang dilakukan Taat Pribadi, doctor lulusan American University Washington DC itu diminta kembali memberikan keterangan terkait uang mahar yang ada di Padepokan Dimas Kanjeng.
Pemanggilan Marwah Daud dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Raden Prabowo Aryo Yuwono. Dikatakan Argo, berbekal dari temuan penyidik berupa bukti-bukti keterangan dari 9 korban dugaan penipuan Taat Pribadi yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan, penyidik kembali memanggil Marwah Daud guna dimintai keterangan.
“Rabu besok (hari ini), Bu Marwah diperiksa kembali dalam kaitannya dengan penyetoran uang atau mahar ke Padepokan,” kata Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi Bhirawa, Selasa (1/11).
Saat ditanya terkait selain bukti-bukti berupa keterangan saksi, apa saja yang akan dibeberkan penyidik guna pemeriksaan Marwah Daud, Perwira Menengah asal Yogyakarta ini enggan merincikan. Begitu juga saat disinggung perihal adakah penepatan tersangka baru dalam kasus dugaan penipuan oleh Taat Pribadi, lagi-lagi Argo bungkam.
“Itu merupakan teknik penyidikan. Terkait tersangka baru, hal tersebut merupakan kebutuhan dari penyidik,” tegas Argo.
Akankah dalam kasus Taat Pribadi, Marwah Daud dan para Sultan-sultan bisa naik status menjadi tersangka, Argo enggan berspekulasi mengenai hal itu. Namun, Argo tidak menampik hal itu bisa terjadi jika penyidik menemukan bukti-bukti yang cukup dalam kasus dugaan penipuan berkedok penggandaan uang oleh Taat Pribadi.
“Semuanya bisa saja terjadi, dan harus dibuktikan benar-benar. Kan tidak begitu saja menetapkan tersangka tanpa ada bukti-bukti yang jelas,” ungkapnya.
Ditambahkan Argo, tidak hanya pemeriksaan saksi pada Rabu (2/11), hari ini (kemarin) juga penyidik Ditreskrimum Polda Jatim memeriksa empat orang saksi. Siapakah keempatnya, Argo mengaku salah satu saksi merupakan Sultan yang ada di Padepokan Dimas Kanjeng. “Dari empat saksi ini, salah satunya merupakan Sultan di Padepokan Dimas Kanjeng,” tandasnya.
Sebagaimana diberitakan, Marwah Daud Ibrahim disebut-sebut berkaitan dengan Dimas Kanjeng karena namanya tertera sebagai Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng yang berkedudukan di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Padepokan ini diasuh oleh Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng dan menjadi buah bibir lantaran aksi penggandaan uang olehnya. [bed]

Tags: