Kualitas Peserta Jambore Animasi Kepahlawanan Meningkat

Kepala Bakesbangpol Jatim Drs Ec Jonatan Judianto (kiri) saat berfoto bersama dengan pemenang II jambore film animasi.

Kepala Bakesbangpol Jatim Drs Ec Jonatan Judianto (kiri) saat berfoto bersama dengan pemenang II jambore film animasi.

(Bakesbangpol Jatim Janjikan Jadi Ajang Tahunan)
Surabaya, Bhirawa.
Kualitas karya film animasi peserta Jambore Film Animasi Kepahlawanan yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jatim bekerja sama dengan Kampus Stikom Surabaya mengalami peningkatan pesat.
“Meskipun secara kuantitas, pesertanya berkurang, namun kualitas karya peserta jambore film animasi kepahlawanan tahun ini jauh lebih baik,” kata salah satu anggota Dewan Juri Rahmatsyam Lakoro, MT.
Menurut Kaprodi Desan Produk ITS Surabaya ini, ada perkembangan yang signifikan dari para peserta jambore film animasi ini.
“Kalau tahun kemarin masih terkesan apa adanya, namun kali ini saya melihat ada potensi besar di lingkungan pelajar untuk mengembangkan industri kreatif di bidang animasi,” kata Lakoro. Oleh karena itu pihaknya mengapresiasi langkah Bakesbang Jatim yang telah menginisiasi kegiatan kreatif ini.
Ajang jambore film animasi, jelas Lakoro selain untuk memacu kreativitas pelajar dan mahasiswa, juga diharapkan mampu menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi penanaman nilai-nilai kepahlawan.
“Kalau sejak dini, pelajar kita sudah diarahkan untuk mencintai bangsa dan para pahlawannya, maka hal itu akan jadi bekal saat kelak mereka jadi pemimpin bangsa ini,” kata Lakoro lagi.
Ditemui di tempat yang sama, Kepala Bakesbangpol Jatim Drs Ec Jonatan Judianto, MT mengaku bangga dengan hasil karya peserta.
“Saya yakin kalau para peserta ini diberi ruang yang lebih baik maka akan semakin berkembang,” kata Jonatan. Oleh karena itu, pihaknya berjanji tahun depan akan digelar lebih serius lagi agar bisa menghasilkan karya yang bisa layak jual.
“Harapan saya, para pemenang jambore ini kualitasnya layak untuk ditayangkan di media televisi. Alangkah indahnya kalau televise kita mau menayangkan karya-karya peserta tersebut. Tentu syaratnya animasi yang dihasilkan juga layak tayang,” jelas Jonatan. Untuk itu, belajar dari poenyelenggaraan tahun ini, pihak telah meminta jajaran di Bakesbangpol untuk mempersiapkan acara dan konsep yuang lebih baik lagi agar ajang jamboree ini benar-benar memberi ruang bagi para pelajar untuk menampilkan klarya kreatignyua.
Hal senada juga disampaikan Kabid Intergrasi Bangsa Bakesbangpol Tjahjo Widodo. Menurut Tjahjo. Kerja keras yang dilakukan panitia serasa terbayat lunas saat melihat karya peserta yang kian meningkat.
“Saya optimis, dari ajang jambore ini akan lahir animator-animator muda yang karya layak untuk di media elektronik,” harap Tjahjo. Bukan itu saja, Tjahjo juga berharap animasi yang membawa pesan kepahlawan tersebut bisa mengisi media-media sosial untuk menanamkan nilai-nilai kepahlawan. Dibandingkan tahun kemarin, memang tahun ini jumlah peserta mengalami penurunan. Tahun kemarin diikuti 27 peserta, maka tahun ini jambore animasi diikuti 17 peserta yang tersebar dari berbagai daerah. Setelah melalui penilaian yang ketat, akhirnya karya dari SMKN 1 Mojolangu, Tulungagung sebagai juara pertama. [why]

Tags: