Kab.Sidoarjo Anggarkan Rp20 M Tangani Banjir

Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin memberikan penjelasan kepada peserta diskusi.  [achmad suprayogi/bhirawa]

Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin memberikan penjelasan kepada peserta diskusi.  [achmad suprayogi/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Untuk mengatasi permasalahan banjir rutin setiap musim penghujan tiba, Tokoh Masyarakat (Tomas) bersama Pemkab Sidoarjo, serta elemen masyarakat dari berbagai organisasi peduli Kali Buntung, duduk bareng berdiskusi mencarikan solusi permasalahan banjir di Gedung Rektorat Unsuri Waru, Kec Waru, Kab Sidoarjo, pada Rabu (9/11).
Hadir dalam diskusi itu, Wakil Bupati Sidoarjo, H Nur Ahmad Saifuddin, Kadin PU Pengairan H. Fathurrahman, Kepala Bappekab Ir. Sulaksono, Abdillah Nasich dari Komisi C DPRD Sidoarjo, para Kades se Kec Waru, tamu undangan lainnya dan para korban terdampak banjir.
Menurut Wabup Sidoarjo, H Nur Ahmad Saifuddin permasalah Avour Buntung yang sering meluap dan mengakibatkan banjir, perlu ditangani dalam tiga program jangka panjang, menengah dan pendek. ”Untuk penanganan jangka menengah, tahun 2017, penanganan banjir disediakan anggaran sebesar Rp20 miliar,” katanya.
Cak Nur-sapaan akrab Nur Ahmad juga meminta normalisasi Avour Buntung, harus dikerjakan secara profesional. Mulai pengerukan dan kedalaman normalisasi harus dijalankan secara baik. Cak Nur tak mengharapkan dalam normalisasi, dikerjakan secara tidak baik. Artinya hanya dikeruk bagian kedangkalan dan kedalaman tidak diperhatikan. ”Endapan di sungai dan kedalaman sungai yang dikeruk juga harus sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Kontraktor pemenang lelang pengerjaan normalisasi harus profesional,” tegasnya.
Ditambahkan Cak Nur, untuk penanganan jangka pendek Avour Buntung, penanganan saluran yang ada, harus bisa berfungsi secara normal dan membuat resapan. Termasuk tidak kalah penting, menjaga lingkungan dan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai juga harus terus di sosialisasikan. ”Masyarakat juga terus kita ajak untuk meningkatkan kesadaran tidak membuang sampah di sungai,” tegas Cak Nur sapaan akrabnya.
M Irsyad Kepala Desa Janti juga mengemukakan, penanganan soal banjir di Waru harus disikapi secara serius. Penanganan jangka pendek, menengah dan panjang, harus dikongkritkan oleh Pemkab Sidoarjo. Pihak desa, juga akan mendukung pemerintah, termasuk mensosialisasikan jangan buang sampah di sungai. ”Pihak desa akan terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam membuang sampah, tidak dilakukan ke sungai, tapi pada tempatnya,” tegas M Irsyad.
Kepala Bappekab Sidoarjo, Ir Sulaksono menjelaskan, penanganan jangka pendek, harus dilakukan normalisasi saluran yang menuju Avour Buntung. Banyak saluran yang buntu harus dinormalisasi. ”Untuk penanganannya juga harus nyuwun sewu melibatkan pemilik wilayah. Program pemerintah harus dibarengi dengan dukungan masyarakat,” jelas Sulaksono.
Sementara Kadin PU Pengairan, H Fathurrahman juga menegaskan, dalam penangan banjir, selain normalisasi, pihaknya terus bersosialisasi soal tidak membuang sampah dan akan melakukan penertiban Bangunan Liar (Bangli). ”Penanganan banjir ini harus didukung penuh oleh masyarakat,” katanya.
Artinya sambung mantan Camat Waru itu, masyarakat harus sadar membuang sampah di sungai tak boleh, dan pemilik bangunan yang berada di sepanjang Avour Buntung, tidak boleh melanggar sempadan yang ada. ”Penertiban Bangli ini juga harus didukung oleh masyarakat dan pemilik Bangli harus menyadari,” pungkasnya.
Dalam diskusi itu, banyak juga usulan dari kepala desa dan masyarakat korban banjir rutin di Waru soal adanya penyediaan pompa, plensengan bibir sungai antispasi Avour Buntung meluap dan lain sebagainya. [ach]

Tags: