Investasi Naik, Investor Lirik Tuban

Suwanto

Suwanto

Tuban, Bhirawa
Pemkab Tuban dalam hal ini Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tuban mencatat progres investasi di wilayahnya saat berada diurutan kelima se- Jatim. Rata-rata kenaikan investasi pertahun dalam kurun waktu lima tahun terakhir mencapai 360 persen.
“Dari 38 kabupaten/kota se-Jatim, Tuban menjadi daerah kelima yang menjadi tujuan investor untuk menanamkan sahamnya baik skala regional, nasional, hingga internasional,” kata Suwanto, Kasubbid Industri, Perdagangan, Koperasi dan Pariwisata Bidang Perekonomian Bappeda Kabupaten Tuban (8/11).
Selian Kabupaten Tuban empat wilayah lain secara berurutan diantaranya Kota Surabaya masih menjadi tujuan investasi utama, kemudian disusul Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Pasuruan, kemudian Tuban.
Disinggung soal faktor yang mendorong naiknya investasi di Tuban, Suwanto menjelaskan bahwa iklim investasi di wilayahnya kondusif, ditambah kondisi geografis yang memudahkan aksesibilitas sarana transportasi darat dan laut.
Ketersediaan sumber daya alam sebagai bahan baku industri juga menjadi faktor pendukung investasi. Ditambah standar upah yang kompetitif, ketersediaan energi, jaringan telekomunikasi, serta jasa perbankan.
Alasan lain yang mendorong investor ke Kabupaten Tuban yakni mulai jenuh dan terbatasnya wilayah pengembangan industri di Kota Surabaya dan sekitarnya. Kondisi tersebut memacu sebaran investasi kearah daerah penyangga pusat pertumbuhan industri.
“Sektor terbesar yang paling diminati oleh investor yakni sektor industri manufaktur, perdagangan, perhotelan, jasa dan pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Suwanto juga membeberkan data investasi Tuban yang terus merangkak naik dari tahun ke tahun selama lima tahun terakhir.
Seperti tahun 2011 nilai investasi sebesar Rp 1,925 triliun, tahun 2012 sebesar Rp5,942 triliun, tahun 2013 sebesar Rp 4,003 triliun, tahun 2014 sebesar Rp 4,757 triliun, dan terkahir tahun 2015 sebesar Rp61,139 triliun. [hud]

Rate this article!
Tags: