Festival Musik Danglung, Dipublish sebagai Musik Khas Lumajang

Festival Musik Danglung adalah ajang kesenian musik khas Lumajang yang merupakan perpaduan atau kolaborasi antara musik etnis Jawa dan etnis Madura,dan agar tetap lestari Musik tradisional ini di gelar di KWT ( Kawasan Wonorejo Terpadu ) dan di buka oleh Bupati Lumajang Drs.As at Malik.

Festival Musik Danglung adalah ajang kesenian musik khas Lumajang yang merupakan perpaduan atau kolaborasi antara musik etnis Jawa dan etnis Madura,dan agar tetap lestari Musik tradisional ini di gelar di KWT ( Kawasan Wonorejo Terpadu ) dan di buka oleh Bupati Lumajang Drs.As at Malik.

Kab.Lumajang, Bhirawa.
Kabupaten Lumajang yang penduduknya merupakan perpaduan dari etnis Jawa dan Madura, ternyata memiliki sebuah musik tradisional yang khas dan unik yang disebut dengan musik Danglung. Untuk menjaga dan melestarikan musik yang bernuansa kearifan lokal tersebut baru baru ini Musik Danglung dikenalkan kepada masyarakat umum terutama kepada generasi muda yang dikemas dalam gelar Festival Musik Danglung yang bertempat di KWT (Kawasan Wonorejo Terpadu) yang langsung di buka oleh Bupati Lumajang Drs.As at Malik dan dihadiri oleh seluruh SKPD dan sejumlah Pejabat Forkopimda Kabupaten Lumajang.
Dalam sambutannya Bupati mengajak kepada masyarakat khususnya para generasi muda untuk ikut melestarikan kebudayaan yang memiliki nuansa kearifan lokal tersebut agar tidak punah. “Kesenian Danglung itu merupakan kesenian khas, Lumajang yang merupakan perpaduan musik etnis Jawa dan etnis Madura,yang kita angkat sebagai kearifan lokal, dan itu yang harus kita jaga dan kita lestarikan,” ujarnya.
Untuk tetap melestarikan Musik Danglung agar dapat dikenal sebagai kesenian asli Lumajang, menurut As at, Pemerintah Kabupaten Lumajang akan terus memfasilitasi terutama kepada para seniman Musik Danglung untuk dapat mengenalkan kepada masyarakat melalui berbagai Festival baik lokal maupun secara Nasional,seperti pada pagelaran Festival Kesenian Jaran Kencak Lumajang yang dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta pada ,Kamis (27/10) lalu.
“Harapannya nanti Musik Danglung yang merupakan kesenian khas Lumajang ,juga akan dapat dikenalkan di tingkat nasional seperti Jaran Kencak Lumajang,yang diundang tampil di Gedung Kesenian Jakarta, beberapa hari yang lalu,” imbuhnya.
Sedangkan menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang,Deni Rohman dengan festival Musik Danglung tersebut di harapan akan tetap lestari dan dapat menjadi potensi pariwisata yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.
Musik Danglung yang menggunakan alat musik Gong, kendang, terompet, kentongan , jidor dan gamelan tersebut menurut Deni biasanya di gelar untuk mengiringi berbagai kesenian khas Lumajang seperti Jarankencak, tari topeng kaliwungu, tari glipang serta kesenian khas lainnya.
Lebih lanjut, Musik Danglung menurut Deni Rohman telah berakar dan telah dikenal sejak tahun 1953 silam,dan dimainkan pertama kali pada waktu itu dimainkan oleh kelompok Seniman Lokal dari Kecamatan Yosowilangun,Lumajang.
Dengan adanya Festifal Musik Danglung tersebut diharapkan para generadi muda khususnya pelajar akan lebih mencintai kesenian daerahnya dan bangga akan budaya Indonesia,serta dapat menjadi aset pariwisata Lumajang yang dapat merangsang ekonomi masyarakat. [dwi,adv]

Tags: