Cawali Kota Batu Gus Din Pilih Temui Ulama

Gus Din memohon doa restu dari KH Martain Karim, Pengasuh Ponpes Al Hidayah.

Gus Din memohon doa restu dari KH Martain Karim, Pengasuh Ponpes Al Hidayah.

(Majid Janji Dirikan BUMD)
Kota Batu, Bhirawa
Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Batu jalur independen, Abdul Majid-Kasmuri Idris, blusukan di Dusun Sekar Putih, Desa Pendem, Rabu (9/11). Majid mengaku akan menggenjot home industry di Kota Batu yang dinilai bisa menampung banyak tenaga kerja lokal. Sementara, Paslon nomor urut 3, H.Hairuddin- Angga memilih bersilaturahmi ke beberapa tokoh Ulama Batu.
Di Desa Pendem, Majid-Kasmuri bersama tim suksesnya menyapa satu per satu warga. Majid juga menempelkan sendiri stiker pencalonannya di rumah- rumah warga.”Bu, saya mohon izin nempel stiker ini nggih. Mohon didoakan saya dan pak Kasmuri maju di Pilwali Batu,”kata Majid.
Kepada warga Desa Pendem, Abdul Majid, mengatakan akan menggenjot UMKM atau home industry di masyarakat. Menurutnya, home industry akan bisa menampung tenaga kerja lokal.
“Sekitar 70 persen pekerja harus warga lokal, 30 persen bisa diisi dengan pekerja dari luar,” jelas Majid. Apabila terpilih, jelas dia, akan membangun BUMD yang fokus peningkatan UMKM yang akan memberikan pendampingan intens dari Pemerintah.
“Apa yang menjadi masalah pelaku dan nanti disiapkan solusinya,”kata Majid.
Sementara, Cawali nomor urut 3, Hairuddin, bersilaturahmi ke kediaman KH Martain Karim. Kepada pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah, Kelurahan Sisir, itu Hairuddin memohon doa restu atas pencalonannya menjadi Walikota Batu.
Bersama Hairuddin dan pendukungnya, KH Martain Karim berdoa agar Gus Din (panggilan akrab Hairuddin) bisa mencapai tujuannya di Pilwali Batu yang dilaksanakan pada 15 Februari 2017.
“Tidak ada rival politik, beliau (KH Martain Karim) adalah sesepuh kota ini, kita memohon doa restu agar keinginan kita bisa tercapai,”ujar Hairuddin.
Tidak hanya menemui Ulama, Gus Din juga berdialog dengan beberapa pedagang yang ditemui, dan menyapa masyarakat yang beraktifitas di dalam rumah. Ia mengatakan yang dilakukannya adalah menjual hati nurani, menyentuh hati rakyat.
Selama 8 hari kampanye, Gus Din optimis apa yang dilakukannya efektif dan menyentuh hati masyarakat. “Selama ini orang-orang kan tahunya dari foto, setelah tahu aslinya ternyata lebih smart,” ujar Gus Din. [nas]

Tags: