Bupati Malang Siap Diperiksa Polisi

H Rendra Kresna

H Rendra Kresna

(Asisten II Norman Ramdansyah Ditunjuk Jadi Plt BKD)
Kab Malang, Bhirawa
Bupati Malang H Rendra Kresna menyatakan kesiapannya memenuhi panggilan polisi bisa diperlukan sebagai saksi atas kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menimpa Kepala Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Malang SUwandi.
“Saya siap dipanggil dan diperiksa oleh penyidik Polresta Malang terkait Kepala BKD Suwandi tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT), meski surat panggilan dari Polresta setempat belum saya terima. Tanggal 7 November 2016 mendatang, saya akan datang ke Kantor Polresta Malang,” tegas Bupati Malang H Rendra Kresna, Selasa (1/11), saat di konfirmasi, di Pendapa Agung Kabupaten Malang, Jalan KH Agus Salim, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Menurut dia, dirinya datang ke Kantor Polresta Malang tidak sendiri, tapi juga dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang H Abdul Malik, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Budi Ismoyo, dan beberapa Kepala Bidang (Kabid) BKD Kabupaten Malang. Sehingga dengan adanya kasus yang menjerat Suwandi, maka dirinya akan pro aktif dengan penyidik sebagai saksi. Sehingga dirinya akan memberikan keterangan pada penyidik sesuai apa yang saya ketahui.
“Yang jelas, saya diperiksa penyidik terkait OTT pemerasan yang dilakukan Suwandi kepada pasangan suami istri (pasutri), yakni Hendrianus Janoari Hartadi dan Dwi Ratna, guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Kabupaten Malawi, Kalbar, pada Selasa, (25/11), di rumah kediaman Suwandi, di PTP II Jalan Soekarno-Hatta Nomor 17, Kota Malang,” ujar Rendra.
Ia mengaku, setelah Kepala BKD ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polresta Malang melalui OTT, maka dirinya banyak menerima pengaduan melalui surat kaleng dari masyarakat. Sehingga pihaknya akan menelusuri instansi mana saja yang melakukan pungli tersebut. Dan sebelum Suwandi ditangkap Polisi, dirinya sudah mendapatkan pengaduan, jika di lingkungan BKD sering kali terjadi pungli. Namun, sebelum pengaduan masyarakat itu ditindaklanjuti oleh Inspektorat, Suwandi lebih dahulu tertangkap Polisi.
Rendra meminta pada masyarakat untuk melaporkan, jika pernah dirugikan oleh Suwandi atau pada oknum staf BKD Kabupaten Malang terkait dengan pungutan liar (pungli). Sedangkan laporan itu, harus disertai dengan bukti yang kuat. “Dan jika memang terbukti menyalahi aturan, maka akan diproses secara hukum. Selain itu, dirinya akan menjamin kerahasiaan identitas pelapor,” paparnya.
Di kesempatan itu, Ketua Dewan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Timur ini menambahkan, jika dirinya sudah menunjuk Assisten II Bidang Ekonomi Norman Ramdansyah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKD Kabupaten Malang. Surat Keputusan (SK) sudah dimeja tinggal menandatanganinya. Sehingga dalam Minggu ini, Plt Kepala BKD sudah terisi. Karena jika Plt Kepala BKD tidak segera terisi, maka akan membuat masalah baru pada bidang kepegawaian.
Di akhir wawancara dengan Rendra, Bhirawa menanyakan kepada bupati, apa benar namanya telah menjadi jaminan sebagai pengajuan penangguhan penahanan Kepala BKD Kabupaten Malang Suwandi. Hal itu langsung dibenarkan Rendra, jika dirinya telah mengajukan penangguhan penahanan terhadap Suwandi.
“Namun, penangguhan penahanan itu diterima atau tidak, itu adalah kewenangan Kapolresta Malang,” pungkasnya. [cyn]

Rate this article!
Tags: