Antisipasi Dua Kecamatan Rawan Konflik

Suhendro Winarso

Suhendro Winarso

Pilkades Serentak di Kabupaten Blitar
Kabupaten Blitar, Bhirawa
Dari 21 Desa di 15 kecamatan Kabupaten Blitar akan segera menggelar  Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada tahun 2016 ini. Sesuai jadwal yang telah ditetapkan Pilkades serentak itu akan dilaksanakan pada 15 Desember mendatang.
Diungkapkan kepala Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Blitar ,Suhendro Winarso,  berbagai persiapan terus dilakukan.  Terutama adalah memetakan daerah rawan konflik Pilkades. Sebab menurut pria yang akrab disapa Hendro  politik lokal seperti Pilkades seringkali justru akan meninggalkan konflik yang lebih  panjang dan berkelanjutan dibanding gelaran Pilkada, Pileg maupun Pilpres.  “Untuk itu harus kita antisipasi dalam pelaksanaan Pilkades bisa berjalan dengan aman dan lancar,” kata Suhendro Winarso,  Selasa (8/11) kemarin.
Lanjut Endro, dalam gelaran Pilkades 2016 ada dua Kecamatan yang rawan timbul konflik.  Diantaranya adalah Kecamatan Ponggok dan Kecamatan Garum, dimana terdapat  jenis kerawananya juga cenderung berbeda antara daerah satu dengan lainnya.  Ia mencontohkan,  di Kecamatan Ponggok ada tiga Desa yang akan menggelar Pilkades. Jumlah itu merupakan yang terbanyak dibanding beberapa kecamatan lain yang juga akan menggelar Pilkades serentak.  Ketiga desa itu yakni desa Gembongan,  Bacem, dan Bendo.   “Jika ada gesekan di satu desa saja ini berpotensi merembet ke desa lainnya,” ujar Hendro.
Sedangkan di Kecamatan Garum meski hanya ada satu desa yang menggelar Pilkades,  yakni desa Slorok.  Namun tingkat kerawanannya juga diprediksi cukup tinggi.  Pasalnya desa Slorok memiliki dusun dan jumlah penduduk terbanyak. Otomatis para calon akan berebut untuk mendapatkan suara dari masyarakat,  sehingga tidak menutup kemungkinan adanya kampanye hitam dan saling serang dari masing-masing kubu.
“Biasanya jika penduduk semakin padat tentunya kerawanan juga semakin tinggi,” terangnya.
Meski begitu Suhendro Winarso mengaku optimis Pilkades serentak 15 Desember 2016 nanti bisa berjalan lancar.  Tetapi untuk mengantisipasi terjadinya gesekan dan kampanye hitam antar calon pihaknya sudah mengirimkan surat kepada pihak kepolisian untuk mengamankan Pilkades.  Khususnya di daerah rawan konflik. Selain itu pihaknya juga sudah mensosialisasikan aturan khusus dan umum Pilkades 2016 , di 15 Kecamatan dan 21 desa di Kabupaten yang terlibat. “Tentunya pengamanan juga harus ada utamanya didaerah rawan konflik,” jelasnya.
Lanjut Suhendro Winarso,  ia berharap tokoh desa dan tokoh agama yang dituakan ikut berperan aktif mensuksekan Pilkades serentak.  Utamanya untuk meredam suhu politik yang kadang memanas di tingkat pemerintahan paling bawah tersebut.  “Tokoh masyarakat itu sangat beroengaruh, untuk itu kita berharap mereka ikut mensukseskan agenda Pilkades ini,” imbuhnya. [htn]

Tags: