Alun-alun Kota Probolinggo Berubah Satu Arah

Pertigaan alun-alun Probolinggo yang rawan macet.

Pertigaan alun-alun Probolinggo yang rawan macet.

Probolinggo, Bhirawa
Sejak Senin (7/11), arus lalu lintas di sekitar alun-alun Kota Probolinggo dibuat searah, mengikuti jarum jam. Pengguna Jalan Suroyo, Jalan A. Yani, Jalan KH Agus Salim, Jalan KH Mansur, dan Jalan Trunojoyo wajib mengikuti ketentuan tersebut. Hal tersebut untuk keselamatan lalin dan guna mengurai terjadinya kemacetan.
Menurut Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada Dinas Perhubungan Kota Probolinggo, Muhammad Iksan, Selasa (8/11, uji coba ini, akan berlangsung sampai Rabu 30/11 mendatang. Selama masa uji coba, petugas tidak akan menilang pelanggar. Melainkan hanya berjaga dan memberi sosialisasi kepada pengguna jalan yang melintas. Selebihnya, tindakan tegas akan diberikan kepada pengguna jalan yang melanggar. “Aturan ini berdasarkan rapat forum lalu lintas, awal bulan lalu,” katanya.
Dengan diberlakukannya aturan baru itu, Wali Kota Probolinggo, Rukmini, telah berkirim surat kepada Bupati Probolinggo, P. Tantriana Sari, Kamis (3/11). Surat dikirim karena rumah dinas bupati berada di Jalan A. Yani dan terimbas aturan tersebut.
Dalam isi surat tersebut berbunyi, bupati diminta mendukung aturan tersebut. “Khusus kendaraan dari arah selatan (Jalan Suroyo) diperbolehkan belok kanan (melawan arus, Red) menuju rumah dinas bupati atau komplek perkantoran Kabupaten Probolinggo, bila dengan pengawalan petugas Polri.
Iksan menegaskan, aturan baru itu diambil untuk meningkatkan keselamatan dan meningkatkan kapasitas jalan, sehingga dapat meningkatkan kelancaran lalu lintas. “Lagi pula di kota atau kabupaten lain, kan sudah satu arah semua,” tandasnya.
Kasatlantas Polres Probolinggo Kota, AKP. Samsul Hadi, mengatakan, guna mempercepat program rekayasa lalu lintas berupa penerapan SSA di kawasab Alon-Alon Kota Probolinggo, searah jarum jam, dengan harapan kebijakan SSA dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam mengatasi permasalahan kemacetan atau kesemrawutan di pusat kota.
Kebijakan ini adalah program Satlantas Polres Probolinggo Kota dalam mengatasi kemacetan. Namun dalam pelaksanaannya diperlukan sinergi yang baik dari pemerintah (dinas terkait) dan dukungan masyarakat tentunya,” paparnya.
Hal tersebut juga untuk meningkatkan eksistensi jaringan jalan yang tidak seimbang dengan pertumbuhan kendaraan, kemacetan di pusat kota juga disebabkan banyaknya kendaraan keluar masuk fasilitas publik (sekolah, perkantoran, rumah ibadah, hingga pusat bisnis).
Diujicobakan SSA dengan tujuan dapat lebih mengoptimalkan fungsi jalan dan mengurangi crossing kendaraan, mengingat fasilitas publik, sekolah, dan perkantoran berada di lingkar luar Alon-Alon Kota Probolinggo,” katanya.
Pembenahan akan segera dilakukan baik secara fisik infastruktur, fasilitas lalu lintas, dan manajemen rekayasa. Manajemen pengaturan juga akan dikomunijasikan dengan Dishub. Tak hanya itu, sosialisasi terhadap pedagang kaki lima (PKL) juga akan segera dilakukan.
Untuk itu telah terpasang rambu larangan, rambu petunjuk. Diminta masyarakat betul-betul menyadari pentingnya berlalu lintas berkeselamatan. Intinya betul-betul memahami savety raeding, terutama keselamatan pengendara yang lain,” tambahnya. [wap]

Tags: