50 Lansia Situbondo Dibantu Pengobatan Gratis

Salah satu warga lansia Situbondo menerima bingkisan berupa sembako dari Yayasan Habibillah kemarin. [sawawi/bhirawa]

Salah satu warga lansia Situbondo menerima bingkisan berupa sembako dari Yayasan Habibillah kemarin. [sawawi/bhirawa]

Situbondo, Bhirawa
Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan di sejumlah titik Desa Situbondo, ada sejumlah dermawan yang tergabung dalam Yayasan Habibillah kembali memberikan santunan kepada puluhan lansia (lanjut usia) miskin kemarin.
Para warga tak mampu itu juga diberi layanan pengobatan gratis. Ada sedikitnya 50 lansia miskin di Desa Tokelan, Kecamatan Panji, yang mendapat santunan sembako dan uang tunai masing-masing sebesar 50 ribu rupiah.
Menurut Ketua Yayasan Habibillah, Rusnadi Wijaya, lembaganya juga berjanji akan memberikan bantuan rehab rumah bagi warga tak mampu yang ada di Kabupaten Situbondo. Puluhan lansia miskin ini sebagian besar hidup seorang diri.
Sebagian dari mereka juga sudah tak bisa lagi bekerja karena faktor usia dan kondisi kesehatan. “Untuk itu kami dari Yayasan Habibillah ikut serta mengurangi beban mereka bagi warga lansia, agar bisa kembali bersemangat dalam menjalani kehidupannya,” ujar Rusnadi.
Rusnadi Wijaya menambahkan, pihaknya hanya menyalurkan bantuan para dermawan, yang sudah mendonasikan uangnya melalui yayasan yang dipimpinnya. Rusnadi mengaku prihatin melihat lansia yang hidup dibawah garis kemiskinan yang ada di Situbondo. Selain tak bisa bekerja, urai Rusnadi, mereka juga tinggal di rumah tak layak huni. Selain itu kata Rusnadi, pihaknya melibatkan tiga dokter serta empat perawat, untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis.
Sebelaumnya, terang Rusnadi, lembaganya juga sudah menyalurkan bantuan alat tulis bagis 32 siswa yang ada di SDN Cobbuk, Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, Situbondo. Sebab di SDN tersebut, lanjut Rusnadi, selain kondisi sekolahnya terbuat dari kayu juga lantainya hanya cukup beralaskan tanah. “Kami juga membantu uang tunai bagi orang tua wali murid dan para tenaga pendidiknya dimana kondisi ekonominya sangat memprihatinkan,” pungkas Rusnadi Wijaya, kemarin. [awi].

Tags: