Selamatkan Karakter Anak Kota Batu dengan FKA

Lurah Sisir, Dian Fachroni (kanan) menunjukkan karya seni yang telah dibuat warga di FKA 2016

Lurah Sisir, Dian Fachroni (kanan) menunjukkan karya seni yang telah dibuat warga di FKA 2016

Kota Batu, Bhirawa
Warga Kampung Anyar yang berada di Kelurahan Sisir tak ingin anak-anak mereka ‘tergerus’ oleh kemajuan jaman dan teknologi. Mulai hari ini, Jumat (12/8), selama tiga hari mereka menggelar Festival Kampung Anyar (FKA).
Festival ini merupakan ajang kreativitas anak dengan menyediakan dolanan anak tradisional dan dongeng tentang Pahlawan lokal Kota Batu.
“Melalui festival ini, warga Kampung Anyar ingin menghadirkan sebuah kampung yang ramah anak dan ramah budaya. Ajang khusus anak ini kita sediakan untuk memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli,”ujar Lurah Sisir, Dian Fachroni,” Kamis (11/8).
Ada empat area yang bisa didatangi pengunjung di FKA. Dan semuanya dikonsep ramah anak atau bisa dinikmati anak-anak. Pertama, Kampung Dolanan yang menyediakan beraneka macam dolanan anak tradisional. Mulai engklek, krupukan, lempar kreweng (senenan), bektor, kempyengan, dan gobak sodor.
Kedua, ada Kampung Dodolan yang menampilkan bazar. Ketiga, ada Kampung Jagongan yang menyediakan aneka jajanan tradisional. Dan yang terakhir Kampung Budaya yang merupakan ajang mengapresiasikan bakat seni dan budaya.
Di Kampung Budaya, pengunjung bisa ikut melukis, membuat dolanan anak baru, menonton film anak, bahkan menonton film yang dibuat anak Kampung Anyar plus workshop.
“Di sini kita hadirkan anak Kota Batu yang telah mampu membuat film dan telah diunggah di Youtube. Kita gali pengalamannya untuk disampaikan ke anak-anak,”jelas Dian. Selain itu juga ada pelukis cacat yang mampu melukis dengan menggunakan kaki.
Ditambahkan Panitia FKA, Hari Suneh bahwa ide dari penyelenggaraan FKA berawal dari kemirisan dan kekhawatiran warga terhadap ‘serangan’ teknologi digital yang mengarah ke anak-anak.
“Saat ini anak-anak mulai usia 2 tahun telah akrab dengan alat-alat dan permainan digital yang membentuk karakter individualis,”ujar Hari.  Dan yang tak kalah penting, anak-anak disuguhi denga dongeng berupa True Story atau sejarah. Yaitu, sejarah tentang perjuangan pahlawan lokal dari Kota Batu yang saat ini banyak digunakan sebagai nama jalan di Kelurahan Sisir.
“Di Kota Batu ada Pahlawan seperti  Abdul Manan, Munif, Kapten Ibnu, Sudarno, Abdul Gani, Ikhwan Hadi, Diran, Kasan Kaiso, M Sahar, Bedjo, Samadi, Sajid, dan Sudiro,”tambah Ketua Karang Taruna, Iwan Sucipto. [nas]

Tags: