RPJMD Lamongan Rampung Dibahas

DPRD Lamongan sepakat untuk menetapkan Raperda RPJMD menjadi Perda. [suprayitno/bhirawa]

DPRD Lamongan sepakat untuk menetapkan Raperda RPJMD menjadi Perda. [suprayitno/bhirawa]

Lamongan Bhirawa
Pemkab Lamongan bersama DPRD setempat menuntaskan pembahasan Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lamongan Tahun 2016-2021. Bupati Fadeli menyebutkan, setelah Raperda RPJMD disetujui, selanjutnya akan disampaikan kepada gubernur untuk dilakukan evaluasi. Hal itu disampaikannya dalam sidang paripurna pembahasan RPJMD di DPRD Lamongan, Rabu (10/8).
Terkait saran maupun himbauan yang disampaikan pansus, Fadeli mernyebut itu sebagai masukan yang berharga bagi Pemkab Lamongan. Dia mengatakan akan melaksanakan semaksimal mungkin RPJMD tersebut sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat Lamongan. “Sejatinya, apa yang diharapkan oleh legislatif sangat sejalan dengan keinginan dan cita-cita masyarakat Lamongan yang akan kami wujudkan, yaitu Lamongan yang lebih baik dan berdaya saing, ” ujar Fadeli.
Sementara juru bicara Pansus RPJMD R. Imam Mukhlisin saat membacakan laporan pansus mengatakan persetujuan itu ditetapkan setelah melalui proses pembahasan bersama Tim Raperda Pemerintah Daerah. “Setelah melalui proses pembahasan bersama Tim Raperda Pemerintah Daerah, Panitia Khusus RPJMD sepakat dapat menerima dan menyetujui Raperda RPJMD Kabupaten Lamongan Tahun 2016-2021 untuk mendapat persetujuan DPRD serta ditetapkan menjadi Peraturan Daerah, ” katanya.
Pansus dalam laporannya juga memberikan saran agar target pertumbuhan ekonomi bisa tercapai dengan optimal, supaya menempatkan investor industri skala besar di lokasi yang sesuai. Karena menurut pansus, adanya industri skala besar akan menyerap tenaga kerja yang cukup banyak dan bisa mengurangi angka pengangguran.
Sebagaimana disebutkan Mukhlisin, pansus juga menyarankan agar pemerintah daerah mengupayakan adanya sekolah baru yang bisa memenuhi kebutuhan di bidang industri dan pelayaran atau kelautan. Itu mengingat Lamongan yang memiliki potensi kelautan yang tinggi.
Sementara
Ada enam Indikator Kerja Utama yang menyangkut kinerja ekonomi makro dan kesejahteraan masyarakat dalam RPJMD tersebut. Yakni pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun 2021 diproyeksikan pada kisaran diatas 6  persen. Kedua, PDRB perkapita diproyeksikan tercapai angka Rp 42 juta lebih di akhir tahun 2021.
Kemudian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang pada tahun 2015 sebesar 69,84, diproyeksikan pada tahun 2021 dapat mencapai angka 71,00. Sedangkan terkait tingkat kemiskinan yang saat ini di Lamongan sebesar 15,18 persen, ditargetkan di 2021 bisa turun menjadi 10,00 persen.
Selanjutnya tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang pada saat ini masih 4,10 persen, dengan program ekonomi kerakyatan selama 5 tahun ke depan, di akhir 2021 ditargetkan bisa turun menjadi 3,00 persen. Terakhir, yakni peningkatan opini BPK dari WDP menjadi WTP. [yit]

Rate this article!
Tags: