Ratusan PKL Demo Kantor Pemkab Sumenep

sul-IMG-20160811-10225Sumenep, Bhirawa
Ratusan pedagang kaki lima (PKL) korban relokasi dari Taman Adipura atau Taman Bunga (TB) ke jalan umum, depan Lapangan Giling, Kecamatan Kota Sumenep melakukan aksi unjuk rasa ke kantor bupati setempat. Mereka meminta agar dikembalikan lagi ke tempat asal yakni di taman bunga atau lokasi yang lebih representatif, sebab di tempat baru itu selain mengganggu jalan umum juga omsetnya menurun drastis.
Selain berorasi, mereka juga membawa poster dan spanduk bertuliskan kecaman terhadap pemerintah yang telah dinilai tergesa-gesa dalam melakukan relokasi PKL. Sebab, tempat relokasi itu tidak representatif, bahkan jondong mengganggu pengguna jalan umum dan lembaga pendidikan serta masyarakat yang ada di sekitar jalan KH Agus Salim tersebut.
“Kedatangan kami ke sini meminta bupati dan wabup mengembalikan kami ke taman bunga. Karena di tempat yang baru itu mengganggu pengguna jalan dan omset kami turun drastis,” kata korlap aksi, Ahmad Farid, Kamis (11/08).
Setelah berorasi sekitar 15 menit, sedikitnya 15 perwakilan PKL diperbplehkan menyampaikan aspirasinya disalah satu ruangan kantor bupati. Namun, para perwakilan PKL itu gagal menemui bupati, A Busyro Karim, karena sedang tidak masuk dengan alasan sakit, sedangkan wabup, Ach Fauzi sedang tugas ke Australia.
Jadi, mereka hanya ditemui ketua tim relokasi PKL, Syaiful Bahri selaku kepala Disperindag dan Asisten Pemerintahan Pemkab Sumenep, Sustono. “Kami kecewa, bupati dan wabup tidak menemui kami. Kami tidak butuh diskusi lagi, butuh jawaban, apakah akan dikembalikan lagi ke taman bunga atau tidak,” ujarnya. [sul]

Tags: