Polres Lamongan Tangkap Tersangka Pembobol Rumah

Wakapolres Lamongan Kompol Arif Mukti menunjukkan Barang Bukti yang berhasil diamankan dan satu tersangka yang sudah tertangkap dalam kasus pembobolan rumah.(Alimun Hakim/Bhirawa).

Wakapolres Lamongan Kompol Arif Mukti menunjukkan Barang Bukti yang berhasil diamankan dan satu tersangka yang sudah tertangkap dalam kasus pembobolan rumah.(Alimun Hakim/Bhirawa).

Lamongan, Bhirawa
Aksi kejahatan yang sedang marak kali ini adalah perihal pembobolan rumah dan menyapu bersih barang berharga sang pemilik rumah.Kali ini Polres Lamongan berhasil menangkap pelaku spesialis satu dari empat tersangka pembobolan rumah kosong milik Lukiwati (69) yang berstatus janda pensiunan polisi. “Terjadi pembobolan rumah kosong pada saat pemilik rumah sedang berada di luar rumah,” ungkap Wakapolres Lamongan, Kompol Arif Mukti.
Pembobolan rumah yang berlangsung di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Kelurahan Tlogoanyar, Lamongan, pada Sabtu (9/7) silam. Tersangka yang berhasil diamankan adalah ARYP (24), warga Kelurahan Lemahputro, Kabupaten  Sidoarjo. “Dari hasil penyelidikan, pelaku bisa kita tangkap di rumahnya di Sidoarjo,” ujar Kompol Mukti dalam konferensi pers di halaman Mapolres Lamongan, Rabu (10/8).
Sayangnya, tiga empat tersangka lainnya berhasil kabur sebelum berhasil dibekuk petugas. “Tiga lagi masih DPO (daftar pencarian orang, red) tapi identitas sudah kami kantongi, mereka ini spesialis rumah kosong,” terangnya.
Pelaku lainnya berinisial AJ (30) asal Surabaya, MSN pemilik warung di lingkar timur Sidoarjo dan CU (28) penjual ayam. Komplotan ini tak hanya beraksi di Lamongan saja, tetapi juga menjalankan aksinya di Kediri, Pasuruan dan Jember. “Di Lamongan  masih 1 TKP (tempat kejadian perkara, red),” sambung Kompol Mukti.
Namun, dari hasil membobol rumah janda pensiunan polisi ini, di Lamongan mendapat hasil yang sangat besar. Pasalnya, korban sampai harus menderita kerugian hingga Rp 510 juta. “Pelaku masuk dengan cara mencongkel pintu depan rumah, dan berhasil menggasak isi berangkas. Dalam brankas ada uang tunai Rp 175 juta, emas batangan, 6 batangan, 2 batang seberat 10 gram sertifikat senilai Rp 60 juta,” urainya. [mb9]

Tags: