Kuda Pacu Jatim, Runner Up di Kejurnas 2016

kuda Dragon runner juara I Derby Indonesia 2.000 meter dan kuda Beauty Eagling juara kelas A sprint 1.300 meter simulasi PON.

kuda Dragon runner juara I Derby Indonesia 2.000 meter dan kuda Beauty Eagling juara kelas A sprint 1.300 meter simulasi PON.

Surabaya, Bhirawa.
Kontingen kuda pacu Jatim berhasil menempati posisi runner up di Kejurnas ke 50 Seri I pacuan kuda kalender PP Pordasi 2016 pada lomba yang digelar di Arena Pacuan Kuda Tegalwaton, Salatiga-Jateng, Minggu (7/8). Sedangkan peringkat pertama di tempati Jabar.
Pada lomba kali ini, Jatim menurunkan 20 ekor kuda, mengumpulkan point 46,5. Jabar unggul point tertinggi 55,5 dan ke tiga oleh kontingen Jateng dengan 43,5 point.
Point kontingen Jatim berada di urutan kedua di bawah kontingen Jabar, karena Jatim tidak menurunkan kuda – kuda thoroughbreds (THB) di dua kelas, yakni kelas THB 2 tahun 1.400 meter dan THB 3 tahun ke atas 1.600 meter. Kedua kelas THB tersebut kontingen Jabar juara III dan juara (I dan II), dengan total 26 point.
Meski point kejurnas  seri I pada urutan kedua di bawah Jabar, Jatim masih optimis pada PON XIX Jabar 2016, masih berani bersaing, karena kuda THB tidak dilombakan.
“Point dalam kejurnas kita hanya kalah point kuda  thoroughbreds (THB). Jadi PON nanti kita bersaing ketat dengan tuan rumah tanpa kelas kuda thoroughbreds yang tidak dilombakan,” ungkap Indra, Sekum Pordasi Jatim, Selasa (9/8)
Pada kejurnas seri I yang berlangsung di arena pacuan kuda Tegalwaton Salatiga Jateng, juga dilombakan simulasi kuda PON (lima kelas), yakni kelas A sprint 1.300 meter, kelas C 1.600 meter, kelas D 1.400 meter, kelas E 1.200 meter dan kelas terbuka 2.200 meter.
Kuda – kuda kontingen Jatim menjuarai  dua kelas, yakni di kelas C 1.600 meter (kuda Sapu Angin) dan kelas A sprint 1.300 meter (kuda Beauty Eagling). Kontingen Jateng juga merebut dua kelas, yakni di kelas E 1.200 meter (kuda Bella Eclipse) dan kelas terbuka 2.200 meter (kuda Djohar Manik). Dan kontingen Daerah Isimewa Yogyakarta (DIY) hanya merebut satu juara, di kelas D 1.400 meter (kuda Ibantong).
“Dari hasil simulasi PON, kita masih bisa meraih terbaik. Sementara tuan rumah Jabar,  sama sekali tidak menjuarai di lima kelas simulasi PON, yang nantinya menjadi perebutan,” tambah Indra.
Sementara kuda-kuda remaja Jatim di bawah umur 3 tahun pada kejurnas seri I, prestasinya rata – rata di empat besar. Kelas extra 2 tahun pemula C/D 1.200 meter juara II. Kelas extra 2 tahun pemula A/B 1.400 meter urutan ke empat. Kelas extra remaja 1.600 meter juara II. Kelas 2 tahun pemula C/D 1.200 meter juara III. Kelas 2 tahun pemula A/B 1.400 meter urutan ke empat.  Di kelas 4 tahun,  A/B 2.000 meter direbut Jatim, yakni kuda Aikon dengan joki A.Trisna. [wwn]

Tags: