Komisi C Kesal, Proyek Miliaran Dikerjakan Kontraktor Asal-asalan

Kontraktor nakalGresik, Bhirawa
Dalam Sidak Komisi C DPRD Kab Gresik sangat kesal pada kontraktor. Karena menemukan proyek peningkatan jalan terkesan asal selesai, sebab hanya dikasih bahan Sirtu, pemadatan juga kurang maksimal. Sehingga, kondisinya kurang baik dan dipastikan tak tahan lama, padahal proyeknya bernilai miliaran rupiah.
Menurut Sekretaris Komisi C, Ahmad Kusriyanto, dari hasil Sidak peningkatan jalan kurang memuaskan. Harus dilakukan perbaikan agar jalan bisa awet dan berdasarkan kontrak pengerjaan terhitung mulai tanggal 18 April sampai 27 Juli. Komisi sepakat, minta pada kontraktor pengerjaan agar segera diselesaikan. Setidaknya dalam sepekan sampai dua pekan ke depan, proyek pelebaran dan peninggian jalan itu harus tuntas.
”Saya minta segera diselesaikan, sebab akses jalan itu dilalui banyak penguna jalan. Lambannya penyelesainnya, jelas menganggu aktifitas dan akan menganggu waktu tempuh untuk menuju tempat tujuan. Kondisi ini biasanya yang diabaikan oleh kontraktor, makanya meminta segera diselesaikan,” ujarnya.
Hal senada juga dikatakan Ketua Komisi C DPRD Gresik, M Syafi’ AM, seharusnya pengerjaan semua proyek sudah selesai 100%. Namun, kondisi di lapangan ternyata molor, tidak sesuai dengan batas kontrak. Sampai sekarang pengerjaanya baru sekitar 90%, kondisi ini jelas membuat kami kecewa. Dan kelihatanya ada unsur disengaja oleh kontraktor, untuk membuat keterlambatan.
”Hasil Sidak masih 90%, meski kewajiban kontraktor pelaksana membayar denda keterlambatan tidak bisa diabaikan. Denda yang harus dibayar terhitung sesuai waktu keterlambatan, dan temuan pengerjaan yang kurang maksimal diantaranya terkait pengurukan dan proses pemadatan juga kurang maksimal. Terkesan dikerjakan asal-asal, sehingga tidak akan tahan lama akan amburadul,” ungkapnya.
Ditambahkan Syafi’ AM politisi senior PKB ini menegaskan, proses pemadatan harusnya dilakukan dengan mencampur air. Sepertinya jalan ini tidak dilakukan oleh kontraktor, mungkin terburu-buru dikejar waktu karena pengerjaan yang disengaja dipepetkan. Akibatnya tanah dijalan itu terlihat kurang padat, bahan yang digunakan untuk urukan kualitas  juga tidak bagus. Seperti bukan Sirtu dengan kualitas benar-benar bagus, tapi kayak ada campuran tanah. Yang dipredikdikan jalan itu tidak tahan lama, apa lagi kalau kena air hujan.
Perlu diketahui, tiga paket atau titik proyek pengerjaan jalan yang disidak Komisi C adalah, Jl Raya Cerme – Metatu dengan nilai Rp3,7 miliar, Jl Benjeng – Metatu Rp3,8 miliar, serta Jl Balongpanggang – Metatu senilai Rp3,7 miliar. Panjang rata-rata sekitar 1 kilometer. Semuanya dikerjakan PT Bima Sakti Adinata, banyaknya pekerjaan diduga hasil jalan tersebut tidak maksimal. [kim]

Tags: