Kesulitan untuk Rotasi ke Posisi Baru

slide_2Diasuh Tim BDK Surabaya
Dr. H. Muchammad Toha, M.Si.
Aziz Fuadi, S.Sos., M.S.M.

Harian Bhirawa bekerja sama dengan Laboratorium Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Balai Diklat Keagamaan Surabaya menerima konsultasi tentang  manajemen SDM, mulai dari perencanaan, penempatan, pengembangan sampai dengan pemberhentian karyawan. Laboratorium ini juga mengupas tentang masalah-masalah lain yang berkaitan dengan issue Manajemen SDM, seperti motivasi, kepuasan kerja, konflik, stress kerja dan masalah lain yang dihadapi karyawan.  Kirimkan surat anda melalui email ke bdk_surabaya@kemenag.go.id. Surat juga bisa dikirim ke email: harian_bhirawa@yahoo.com dengan subjek surat “Laboratorium Manajemen SDM”. Kami akan dengan senang hati menjawab surat yang anda kirimkan dan memecahkan masalah yang Anda hadapi.

Kesulitan untuk Rotasi ke Posisi Baru
Pertanyaan:
Bapak Pengasuh, saya Sudirman dari Malang. Saya seorang sarjana akuntansi dan telah bekerja di instansi pemerintah selama 8 tahun. Selama ini saya bekerja pada posisi yang sebenarnya bukan bidang saya. Namun  saya berusaha untuk berprestasi di bidang tersebut. Terbukti beberapa pekerjaan telah saya tangani dengan sukses dan teman kerja serta pemimpin saya pun mengakuinya. Saya mempunyai keinginan untuk rotasi ke bidang  yang menjadi keinginan saya karena sesuai dengan  pendidikan, minat dan posisi saat saya melamar pekerjaan. Kebetulan posisi tersebut saat ini kosong karena yang memegang posisi  pindah kerja ke daerah lain untuk mengikuti suami. Yang membuat saya heran, justeru posisi tersebut dengar-dengar mau ditempati orang baru yang belum tahu kinerjanya seperti apa. Menurut info sementara, saya  sulit rotasi kerja ke posisi tersebut karena berkaitan dengan karakter saya. Bagaimana Bapak pengasuh, adakah saran untuk saya? Terima kasih..
Jawab:
Bapak Sudirman, rotasi kerja memang cara yang ampuh untuk meningkatkan motivasi kerja pegawai, apalagi pekerjaan baru yang ditangani adalah pekerjaan yang menjadi minat pegawai tersebut. Ketika terjadi kejenuhan kerja pada pegawai, maka yang paling mudah dilakukan organisasi adalah merotasi pegawainya. Dengan rotasi pegawai akan merasakan suasana baru dan akan terjadi proses pemerkayaan jabatan sehingga pegawai mempunyai skill yang beragam..
Menduduki posisi sesuai dengan minat dan latar belakang pendidikan adalah hal yang diinginkan setiap pegawai. Dengan posisi tersebut seorang pegawai akan merasa lebih bertanggung jawab, lebih kreatif, mampu mengembangkan diri  atau bahkan bisa menurunkan stress kerja. Biasanya kinerjanya pun akan meningkat seiring dengan meningkatnya  motivasi kerja.
Merotasi seorang pegawai tentunya dengan pertimbangan banyak hal, diantaranya adanya posisi yang lowong, kompetensi pegawai dalam pekerjaan baru, beban kerja yang tidak seimbang sehingga harus dipindah ke posisi lain, atau adanya pertimbangan khusus, misalkan posisi yang dipegang memerlukan keahlian khusus sehungga hanya pegawai tertentu yang bisa menanganinya.
Komunikasikan dengan Pemimpin  Anda
Mengomunikasikan minat anda pada pemimpin di instansi tempat Anda bekerja adalah hal yang logis yang bisa Anda lakukan.  Hal itu bukan berarti bahwa Anda meminta jabatan karena sifatnya adalah rotasi, bukan bersifat promosi jabatan atau kenaikan jabatan pada posisi yang lebih tinggi. Meminta jabatan pada tingkat yang lebih tinggi adalah kurang etis, kecuali jika promosi tersebut bersifat lelang terbuka seperti yang lagi aktual di instansi peemerintah. Karenanya,  mendaftarkan diri untuk menjadi peserta lelang jabatan adalah hal yang wajar.
Sampaikanlah minat Anda terhadap posisi baru tersebut, alasan Anda ingin menduduki posisi yang baru dan yakinkan bahwa Anda akan mampu mendukung peningkatan kinerja oragnisasi dengan kompetensi yang Anda miliki. Jika pemimpin di tempat Anda bekerja adalah tipe pemimpin yang bijak, maka ia akan meluluskan permintaan Anda.
Melihat dari latar belakang pendidikan yang Anda sampaikan menunjukkakn bahwa kemungkinan minat Anda adalah menjadi pegawai yang memegang akuntansi di instansi pemerintah. Jika hal tersebut benar, maka sebenarnya minat Anda untuk memegang posisi baru adalah sangat tepat karena  saat ini semua kementerian berpacu untuk meraih laporan keuangan dengan opini WTP (wajar tanpa pengecualian) dari BPK (badan pemeriksa keuangan).  Untuk mencapai opini WTP sangat dibutuhkan pegawai yang memahami akuntansi. Karenanya, kehadiran Anda pada posisi tersebut sebenarnya sangat dibutuhkan. Apalagi kinerja Anda telah terbukti baik di mata rekan kerja dan pemimpin Anda.  Maka sangatlah masuk akal jika pemimpin Anda lebih  mengutamakan Anda dibanding harus mencari pegawai dari instansi lain.
Introspeksi Diri
Menurut informasi yang Anda sampaikan, terdapat  kesulitan bagi Anda jika ingin rotasi ke posisi baru karena berkaitan dengan karakter Anda. Karakter akan menentukan sikap dan perilaku seseorang. Sayangnya Anda belum menjelaskan karakter seperti apa yang Anda maksud.  Selama karakter tersebut  baik dan menurut Anda selaras dengan nilai-nilai universal dan ajaran agama yang Anda anut, namun lingkungan dan pemimpin Anda tidak menyukainya,  maka sebenarnya yang salah  bukanlah Anda, namun Anda berada pada tempat yang salah. Padahal saat ini adalah era untuk menciptakan good governance (kepemerintahan yang baik) dan clean government (pemerintah yang bersih). Baik good governance maupun clean government akan tercipta ketika pegawai yang ada mempunyai kompetensi, taat pada aturan dan berpegang pada ajaran agama serta nilai-nilai universal yang telah diakui keberadaannya.
Jika karakter Anda tidak diterima oleh mereka karena  sikap dan perilaku Anda yang   bertentangan dengan norma agama dan nilai-niali universal, tentu saja Anda harus mnegubahnya dan kembali pada nilai-nilai yang telah diakui kebenarannya secara sosial dan sesuai dengan ajaran  agama.
Namun jika ternyata  karakter Anda tidak diterima oleh mereka karena kemungkinan cara Anda yang tidak sesuai dengan mereka maka intropseksilah apa sebenarnya yang salah pada diri Anda sehingga tidak diterima oleh mereka. Mulailah dengan sikap baru  yang bisa diterima oleh mereka tanpa mendistorsi nilai-nilai yang Anda yakini kebenarannya selama ini. Hal tersebut bukan berarti Anda akan seperti mereka. Lebih baik jadilah diri sendiri dan jangan menuruti kemauan orang lain jika hal tersebut bertentangan dengan hati nurani.
Jika pemimpin Anda ternyata mempunyai daya resistensi  yang tinggi terhadap Anda sehingga tidak menghendaki Anda menduduki posisi baru, maka perlu dipertanyakan sepenting apakah posisi tersebut sehingga Anda tidak disetujui mendudukinya  padahal sesuai dengan skill Anda. Bisa jadi pemimpin Anda mempunyai tujuan tersembunyi sehingga kehadiran Anda diprediksi akan merusak atau menghambat pencapaian tujuan tersebut. Jika hal  tersebut yang terjadi, maka urungkanlah niat Anda untuk menduduki posisi baru karena  sebaik apapun Anda menjelaskan  minat Anda dan sebaik apapaun tujuan Anda dengan posisi baru tersebut, maka Anda jelas tidak akan dapat mendudukinya. Kerjakanlah apa yang menjadi tugas  Anda selama ini  dan berprestalihah di manapun Anda berada. Lupakan posisi tersebut. Percayalah akan rencana Allah S.W.T.  yang selalu menciptakan kondisi terbaik untuk hamba-Nya.
Kerja Sampingan yang Sesuai dengan Minat
Tidak ada salahnya jika Anda mulai mencoba mencari kesibukan baru yang sesuai dengan minat Anda asalkan hal tersebut tidak mengganggu jam kerja Anda  di kantor.  Setiap orang membutuhkan aktualisasi diri dan jika hal tersebut tidak bisa Anda dapatkan di tempat Anda bekerja, maka sebaiknya Anda mencari kesibukan atau pekerjaan yang bersifat part time yang bisa memenuhi kebutuhan akan aktualisasi diri Anda. Demikian jawaban kami, semoga bermanfaat.

                                                                                                                ——— *** ———-

Rate this article!
Tags: