Inflasi di Kota Madiun Tertinggi se-Jatim

Djoko Raharto. [sudarno/bhirawa]

Djoko Raharto. [sudarno/bhirawa]

Kota Madiun, Bhirawa
Sampai dengan bulan Juni 2016, Inflasi Kota Madiun menduduki urutan pertama dari delapan kota penghitung inflasi di Jawa Timur, sebesar 0,85 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 122,10. Dari 8 kota penghitung inflasi Nasional di Jawa Timur, seluruhnya mengalami inflasi. Sedang Inflasi terendah terjadi Kabupaten Jember sebesar 0,42 persen dengan IHK 121,46.
Demikian ditegaskan Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kediri, Djoko Raharto usai menghadiri rapat evaluasi capaian inflasi Juli 2016 bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), di ruang 13 Balaikota Madiun, Rabu (10/8).
Menurut Djoko Raharto, tingginya inflasi di Kota Madiun, salah satunya disebabkan sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan saat Hari Raya Idulfitri 1437 Hijriyah, sehingga berpengaruh terhadap melonjaknya demand atau permintaan masyarakat. Dalam hal ini, upaya yang dilakukan BI Kediri untuk menekan inflasi, diantaranya menjaga stabilitas harga. “Yang penting tetap stabil, kita jaga volatilitas. Meskipun tinggi tapi tetap stabil nggak masalah,” kata Djoko Raharto.
Sementara, Kepala Bagian Perekonomian dan Sosial (Pereksos) Pemkot Madiun, Wahyudi, S.Sos menilai, inflasi bulan Juli 2016 di Kota Madiun, tergolong rendah dan stabil. Inflasi di Kota Madiun terjadi karena adanya perubahan harga pada sejumkah kelompok pengeluaran. Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,74 persen, diikuti kelompok bahan makanan sebesar 1,64 persen.
Selanjutnya kelompok sandang sebesar 0,57 %, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,51 %, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,37 %, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,26 % dan kelompok kesehatan sebesar 0,12 %. “Evaluasi ini rutin kita laksanakan setiap dua bulan sekali. Inflasi bulan Juli ini di Kota Madiun 0,85 %, jadi kami anggap masih rendah dan stabil,” ungkap Wahyudi.
Berdasarkan data, Inflasi bulan Juli 2016, tertinggi terjadi di Madiun sebesar 0,85 %, Surabaya 0,83 %, disusul Kota Kediri dan Malang masing-masing sebesar 0,78 %. Selanjutnya Sumenep dan Probolinggo masing-masing 0,63 %, Bayuwangi 0,43 %, dan Jember 0,42  %. Sementara  secara keseluruhan, inflasi di Jawa Timur bulan Juli 2016 sebesar 0,76 %, sedangkan nasional 0,69 %.n  [dar]

Tags: