Bude Karwo Ajak Kader PKK Budayakan Minat Baca Anak

Ketua TP PKK Provinsi Jatim Dra Hj Nina Soekarwo memberikan secara simbolis bantuan berupa dua rak buku dan 1.000 bahan pustaka kepada penerima di acara Penyuluhan Gemar Membaca Kader PKK Desa se Jatim yang diselenggarakan di Hotel Oval Surabaya.

Ketua TP PKK Provinsi Jatim Dra Hj Nina Soekarwo memberikan secara simbolis bantuan berupa dua rak buku dan 1.000 bahan pustaka kepada penerima di acara Penyuluhan Gemar Membaca Kader PKK Desa se Jatim yang diselenggarakan di Hotel Oval Surabaya.

Pemprov Jatim, Bhirawa
Karakter seorang anak telah terbentuk dan terlihat sejak usia tiga tahun.  Hal tersebut dapat terbentuk dengan baik, salah satunya dengan cara menumbuhkan dan membiasakan  membaca sejak dini.
Membaca mempunyai banyak manfaat, antara lain mengembangkan kepribadian, mengasah otak, melatih tutur bahasa yang santun dan teratur sehingga menjadi lebih satun dalam bersosialisasi.
“Salah satu tempat untuk menumbuhkan minat baca adalah di dalam keluarga. Keluarga merupakan bagian terkecil dari masyarakat dan  tempat pembelajaran pertama bagi anak-anak,” tutur Ketua TP. PKK Prov. Jatim saat membuka Penyuluhan Gemar Membaca Kader PKK Desa/Kelurahan 2016 se Jatim , di Hotel Oval Surabaya, Kamis (11/8).
Ketua TP PKK yang biasa disapa Bude Karwo memberikan apresiasi kepada seluruh Masyarakat Jawa Timur, karena berdasarkan  survey yang dilakukan Universitas Airlangga Surabaya, minat baca Jawa Timur dari tahun ke tahun terus meningkat, bahkan saat ini telah melebih prosentase minat baca nasional.
Menurut data yang ada, pada tahun 2013 minat baca Masyarakat Jawa Timur secara rata-rata dari 38 kabupaten/kota se Jatim sebesar 43 persen, 56 persen di tahun 2014, dan ditahun 2015 mencapai 65,5 persen, sedangkan tingkat nasional sebesar 32 persen.
Hal tersebut dapat terjadi karena peran seluruh stake holder, baik peran Badan Perpustakaan dan Arsip (Baperpusip) Prov. Jatim, pihak swasta maupun masyarakat secara keseluruhan. “Salah satu cara untuk menumbuhkan minat baca anak yang paling mudah adalah dengan cara membiasakan membacakan dongeng saat sebelum menidurkan anak,” jelasnya memberikan contoh.
Dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat, Bude Karwo juga berpesan agar jangan terlalu mempercayai apabila ada seorang anak yang lebih suka berdiam di dalam kamar. “Mereka asyik dengan alat komunikasinya (Hand Phone), sedangkan banyak sekali situs-situs di dalamnya  yang diperuntukkan bagi orang dewasa (Pornografi),” ungkapnya.
Oleh karena itu setelah mengikuti penyuluhan, Bude Karwo Berpesan pada seluruh Kader PKK yang mengikuti, untuk segera menyosialisasikan ke daerah masing-masing,  ikut menumbuhkan minat baca pada masyarakat, karena mereka merupakan ujung tombak pemerintah dalam menyebarkan pelaksanaan program.
“Saat ini yang diperlukan oleh masyarakat adalah sarana-prasana membaca atau perpustakaan  yang belum tersebar keberadaannya di seluruh desa/kelurahan masih sejumlah 3.138 unit dari  8.501 (7.724 desa dan 777 kelurahan) se Jatim,” ungkapnya.
Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jatim Drs. Sudjono, MM mengatakan bahwa  Penyuluhan Gemar Membaca Kader PKK Desa/ Kelurahan se Jatim  berlangsung selama dua hari (11- 12/8) diikuti 285 peserta yang terdiri dari ibu-ibu Kader PKK Desa/Kelurahan se Jatim.
“Program ini tujuan meningkatkan peran keluarga dalam upaya pemerdayaan membaca Masyarakat Jatim serta menggalang kerjasama dengan Kader PKK dalam membudayakan perpustakaan desa,” tandasnya.  [iib]

Tags: