Alasan Sakit, Masa Tahanan La Nyalla Diperpanjang

Tahanan La Nyalla(Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah Kadin Jatim)
Kejari Surabaya, Bhirawa
Tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah pada Kadin Jatim, La Nyalla Mattalitti dikabarkan sakit. Atas hal ini, Jaksa pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya memutuskan untuk memperpanjang masa penahanan La Nyalla.
“Kuasa hukumnya memberitahu ke kami bahwa La Nyalla kondisinya sakit. Namun kami sarankan agar kuasa hukumnya melaporkan hal itu ke dokter Rutan Salemba cabang Kejangung,” kata Kepala Kejari (Kajari) Surabaya Didik Farkhan Alisyahdi, Selasa (9/8).
Saat ditanya perihal La Nyalla sakit apa, Didik mengaku belum bisa memastikannya. Hanya saja Didik enggan langsung mempercayai kabar tersebut begitu saja, hingga akhirnya dirinya menyarankan agar kuasa hukumnya berkordinasi dengan dokter Rutan.
“Kami belum mengetahui yang bersangkutan sakitnya apa,” ucapnya.
Dijelaskan Didik, atas dasar yang menyatakan La Nyalla sakit, pihaknya memutuskan untuk memperpanjang masa tahanan La Nyalla. Dengan adanya penambahan masa tahanan ini, Didik mengaku pelimpahan berkas Ketua Umum Kadin Jatim itu harus ditunda.
“Pelimpahan berkas ke Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat terpaksa ditunda,” ungkapnya.
Sejatinya, lanjut Didik, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Surabaya berencana melimpahkan berkas perkara La Nyalla pada 4 Agustus kemarin. Namun pelimpahan tersebut terpaksa ditunda atas kabar yang menyatakan La Nyalla sakit.
“Setelah dinyatakan sembuh, secepatnya juga kami melimpahkan berkas perkaranya ke Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat agar segera disidangka,” tegas Jaksa asli Bojonegoro itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, La Nyalla ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah Kadin Jatim untuk pembelian saham perdana (IPO) Bank Jatim sebesar Rp 5,3 miliar pada tahun 2012 lalu. Penetapan La Nyalla sebagai tersangka untuk ketiga kalinya itu, setelah sebelumnya Kejati Jatim tiga kali kalah pada sidang praperadilan. Selama ditetapkan sebagai tersangka, La Nyalla kabur ke Singapura, hingga akhirnya tertangkap dan dideportasi ke Indonesia. [bed]

Tags: