13 Bangli Sidotopo Wetan Tunggu Waktu Eksekusi

Beberapa warga yang memiliki bagunan mengais puing-puing pasca penertiban bangunan liar oleh PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (PT KAI Daop) 8, Rabu (10/8) kemarin. Gegeh Bagus Setiadi

Beberapa warga yang memiliki bagunan mengais puing-puing pasca penertiban bangunan liar oleh PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (PT KAI Daop) 8, Rabu (10/8) kemarin. [Gegeh Bagus Setiadi/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Bangunan liar (Bangli) di Jalan Sidotopo Wetan dalam waktu dekat akan dibongkar oleh PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (PT KAI Daop) 8. Di kawasan padat penduduk tersebut terdapat 13 bangli yang masih ditempati. Namun PT KAI Daop 8 belum menentukan tanggal eksekusinya lantaran masih melakukan sosialisasi ke warga.
Sebelumnya, pihaknya telah melakukan penertiban terhadap 12 bangunan liar yang ada di Jalan Sidotopo Wetan yang biasa digunakan berjualan. Lahan milik PT KAI Daop 8 itu rencananya akan digunakan untuk perluasan jalan yang sudah dibangun pemkot sepnjang 500 meter mulai depan Dipo lokomotif.
“Kami masih terus melakukan sosialisasi kepada pemilik bangunan liar. Setelah penertiban 12 bangunan liar tuntas tanpa ada perlawanan dari warga. Tinggal 13 bangunan lagi yang belum, kami masih sosialisasi,” Senior Manager PT KAI Daop 8 Djainuri, kemarin.
Proses pembongkaran ini didampingi Satpol PP, dan juga Dinas PU Bina Marga dan Pematusan. Penertiban bangunan liar berjalan tanpa kerusuhan lantaran operator kereta api itu sudah melakukan sosialisasi sejak bulan lalu.
“Sosialisasi sudah kami lakukan jauh-jauh hari. Kami sudah memberi deadline tanggal 26 Juli untuk mengosongkan bangunan. Nah pada tanggal 8 Agustus lalu kami sudah cek dan warga sudah mengosongkan bangunannya,” kata Djainuri.
Penertiban bangunan ini dianggap urgent lantaran PT KAI dan Pemkot Surabaya berencana menggarap proyek pembangunan dan pelebaran jalan di lokasi tersebut. Terlebih di kawasan tersebut kondisi jalan raya sudah sangat padat dan membutuhkan pelebaran jalan.
“Pelebaran jalan ini meneruskan dari pelebaran jalan yang sudah dibangun pemkot sebelumnya. Nantiya akan diteruskan hingga Jalan Kenjeran yang kurangnya sekitar 200 meter,” imbuh Djainuri.
Adanya pelebaran jalan itu diharapkan bisa membantu akses dari Jalan Sidotopo Lor hingga ke Jalan Kenjeran. Setelah penertiban terhadap 12 bangunan liar permanen tersebut, PT KAI Daop 8 juga akan melanjutkan penertiban di sisi utara Jalan Sidotopo Lor.
Sementara itu Lurah Tambahrejo Etty Minarty mengatakan, mereka yang menjadi korban penertiban saat ini masih tercecer pulang ke keluarganya masing-masing. Akan tetapi Etty menjelaskan bahwa saat ini pihaknya juga sedang melakukan pengajuan rumah susun ke Pemkot Surabaya.
“Untuk yang penertiban hari ini ada 2 KK yang kami ajukan rusun, sebab hanya dua KK itu yang bangunannya dipakai rumah tinggal, sedangkan yang lainnya bangunannya dipakai untuk berjualan saja,” kata Etty. (geh)

Tags: