Tol Solo-Ngawi-Mojokerto Dapat Suntikan Rp 7,7 Triliun

Pembangunan jalan Tol Solo-Ngawi-Mojokerto.

Pembangunan jalan Tol Solo-Ngawi-Mojokerto.

Jakarta, Bhirawa
PT  Jasa Marga (Persero) Tbk melalui kelompok usahanya PT Solo Ngawi Jaya, Badan Usaha Jalan Tol Solo-Ngawi dan PT Ngawi Kertosono Jaya, Badan Usaha Jalan Tol Ngawi-Kertosono, memastikan memperoleh suntikan pembiayaan kredit sindikasi sebesar Rp 7,7 triliun dari perbankan nasional. Kredit sindikasi itu untuk membiayai pembangunan Jalan Tol Solo-Ngawi (Jateng-Jatim) dan Ngawi-Kertosono (Jatim).
“Tadi sudah ditandatangani perjanjian fasilitas kredit berjangka waktu 15 tahun dengan bunga selama konstruksi 4,75 persen dan masa operasi 4,5 persen,” kata Direktur Utama PT Solo Ngawi Jaya David Wijayatno didampingi Direktur Utama PT Ngawi Kertosono Jaya Iwan Moedyarno kepada pers di Jakarta usai menandatangani  sindikasi tersebut, Kamis (14/4).
Kredit sindikasi diberikan oleh Bank BNI, BRI dan Mandiri, sebagai Joint Mandated Lead Arranger and Book Runner (JMLAB) dan agen. Kredit sindikasi tersebut disalurkan JMLAB bersama SMI, Indonesia Eximbank, Bank Jateng, dan Bank BPD DIJ.
PT Solo Ngawi Jaya merupakan perusahaan patungan PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan PT Waskita Toll Road dengan komposisi pemegang saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk 59,99 persen, PT Waskita Toll Road 40 persen dan PT Ferino Putra satu (1) lembar saham.
Begitu pula dengan komposisi kepemilikan saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk di PT Ngawi Kertosono Jaya sebesar 59,99 persen, PT Waskita Toll Road 40 persen dan PT Ferino Putra 1 lembar saham.
Menurut David, Jalan Tol Solo-Ngawi sepanjang 90,10 km dan Ngawi-Kertosono sepanjang 87,02 km merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang mempunyai peranan penting dalam memperlancar arus transportasi dan dapat berdampak pada pertumbuhan sektor rill, sekaligus menghubungkan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Target kami April tahun depan konstruksi selesai untuk Solo-Ngawi dan Oktober sudah bisa dioperasikan. Kami di Ngawi-Kertosono selesai dan terkoneksi dengan Tol Trans Jawa,” tutur David.
David mengakui, total sindikasi tersebut sebesar 70 persen dari total investasi yang diperkirakan mencapai Rp 6,2 triliun. “Itu sudah kami hitung dalam satu atau dua tahun ke depan, tidak ada eskalasi lagi,” imbuhnya. [ira,ant]

Tags: