Tim Ekspedisi Islam Nusantar Tiba di Gresik

Tim Ekspedisi Islam Nusantara saat tiba di Halaman Kantor Pemkab Gresik, sebelum diterima Bupati Sambari Halim Radianto. [kerin ikanto/bhirawa]

Tim Ekspedisi Islam Nusantara saat tiba di Halaman Kantor Pemkab Gresik, sebelum diterima Bupati Sambari Halim Radianto. [kerin ikanto/bhirawa]

Gresik, Bhirawa
Tim Ekspedisi Islam Nusantara yang melakukan napak tilas di 40 kabupaten/kota, termasuk  Gresik diterima Bupati Gresik, Sambari   Halim Radianto, Selasa (12/4). Mareka terdiri dari 35 jurnalis yang bertujuan untuk memerangi radikalisme dan Narkoba.
Koordinator Tim Ekspedisi Islam Nusantara, Imam Pitudu mengatakan, pihaknya bergerak dari Cirebon sejak 31 Maret  lalu, kemudian singgah di Kota Semarang, Demak, Kudus, Rembang, Tuban, Lamongan dan Gresik.
Menurut rencana tim akan terus melakukan road show hingga Juni mendatang. Diharapkan napak tilas itu bisa menemukan sejarah, nilai-nilai kebudayaan yang nantinya dijadikan film dokumenter serta Ensiklopedia Islam Nusantara.
Menurut Imam, kini Indonesia sedang menghadapi bahaya radikalisme dan Narkoba. Maka Islam Nusantara mempunyai komitmen sebagai penyangga peradaban dunia dan siap berperang melawan bahaya radikalisme dan Narkoba yang kini menghantui rakyat Indonesia. Untuk mewujudkan itu, pihaknya juga akan mengadakan dialog antar iman.
Hal itu juga berdasar pada muktamar di Jombang beberapa waktu lalu, sebagaimana amanat dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk menyampaikan pesan damai ke seluruh umat Islam di nusantara.
Sementara, Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto mengapresiasi diselenggarakannya kegiatan pencegahan radikalisme dan kampanye anti-Narkoba oleh Tim Ekspedisi Islam Nusantara. Menurut Sambari kegiatan itu  sangat penting karena akan memperkecil peluang masuknya radikalisme di Kab Gresik.
Dikatakan Sambari, Gresik merupakan tempat peradaban Islam yang cukup kental. Ini terbukti dengan banyak situs bersejarah terkait kebudayaan Islam, termasuk dua makam wali yang merupakan anggota dari Wali Songo (Wali Sembilan), yakni makam Sunan Giri dan Makam Maulana Malik Ibrahim.
Dengan kentalnya peradaban Islam di Gresik, Sambari telah mendeklarasikan Gresik sebagai Kota Wali dan Kota Santri merupakan harga mati. Bukti lain adanya sejumlah pondok pesantren di Kab Gresik. [eri]

Tags: