Tarif Turun, Organda Pasrah

Organda Jatim akan mematuhi semua keputan pemerintah terkait penurunan tarif angkuta. [Trie Diana]

Organda Jatim akan mematuhi semua keputan pemerintah terkait penurunan tarif angkuta. [Trie Diana]

Surabaya, Bhirawa
Keputusan pemerintah terkait penurunan tarif angkutan yang tertuang dalam surat edaran Menteri Perhubungan No.26 tertanggal 1 April 2016, menbuat pihak Organda Jatim hanya bisa pasrah dan mematuhi ketentuan tersebut.
Firmansyah selaku wakil ketua DPD Organda Jatim  mengatakan, keputusan penurunan tarif untuk Surabaya telah ditetapkan Senin (4/4) kemarin bersama Dinas Perhubungan Jatim. Bahwa tarif untuk angkutan bus AKDP (Angkutan Kota Dalam Provinsi) turun menjadi 3,31%. Meskipun nilai keuntungan tidak di dapat, Organda tetap patuh dengan keputusan tersebut.
“Yang menikmati penurunan tarif sebenarnya konsumen bus, bukan pengelola bus, karena perusahaan ottobus masih harus menanggung biaya operasional yang cukup tinggi, seperti perawatan bus, pembayaran gaji sopir, kernet, dan bagian bengkel itu nominal yang tidak sedikit,” jelasnya di Joyoboo, Selasa (5/4) kemarin.
Dasar penurunan tarif tersebut telah disampaikan oleh Dishub Jatim dengan berdialog dengan Organda Jatim yang dihitung dari prosentasi penurunan BBM. Dari turunnya harga BBM, Organda di harapkan oleh regulator dalam hal ini pemerintah untuk dapat menyesuaikan harga.
“Ide penurunan tarif memang dari pemerintah selaku regulator, selama beberapa hari kami berdiskusi untuk menemukan penurunan tarif yang ideal. Artinya penurunan tarif ini jangan sampai menjadi beban yang berat badi DPD Organda dan  tetap menjalankan kebijakan pemerintah,” terangnya.
Keputusan tersebut hanya tinggal menunggu pengesahan dari Gubernur, sehingga penerapan tarif bisa segera disosialisasikan kepada anggota lainnya. Sanksi bagi yang tidak mengikuti aturan tersebut, pencabutan izin trayek dapat terjadi.
“Kita pada dasarnya tetap patuh dengan kebijakan ini, dari pada kehilangan trayek yang akan berpengaruh terhadap orang-orang yang menggantungkan hidupnya pada pekerjaan ini. Kita berharap, pemerintah dapat membantu untuk mendapatkan keringanan untuk spare part bus ataupun harga ban berkualitas dengan harga yang terjangkau,” tutupnya. [wil]

Rate this article!
Tags: