Stabilisator

Drs Abdul Wakid

Drs Abdul Wakid

Drs Abdul Wakid
Memiliki peran sentral dalam menjaga kesatuan bangsa, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Nganjuk Drs Abdul Wakid seperti mesin stabilizer untuk tetap menjaga ketentraman. Sejumlah tantangan pekerjaan yang berimbas pada perpecahan di masyarakat dapat tuntas tanpa harus memunculkan pihak yang merasa dirugikan.
Kerap terjadi peristiwa konflik terkait dengan pendirian rumah ibadah, Abdul Wakid selalu memainkan perannya sebagai stabilizer. Dengan berkoordinasi pihak-pihak terkait, konflik yang berlatar belakang suku, agama, ras, dan antar golongan dapat diredam sebelum terjadi. Sehingga keutuhan serta kesatuan bangsa mampu dijaga dan berdampak pada ketentraman di kalangan masyarakat. “Yang penting, bagaimana menjalin komunikasi dengan semua pihak, pasti stabilitas di masyarakat akan terjaga. Semua menjadi skala prioritas jika menyangkut kesatuan dan persatuan bangsa,” tandas Abdul Wakid kemarin.
Tidak keras, juga tidak lunak tetapi tegas, menjadi ciri khas Abdul Wakid dalam mengambil keputusan. Tidak jarang, langkah solusi yang diambil Abdul Wakid dalam menuntaskan masalah SARA justru lebih efektif dibandingkan dengan teori yang selama ini dia pelajari. Karena itu kerap masalah sara yang timbul di masyarakat Kabupaten Nganjuk tuntas dalam hitungan hari. “Turun ke lokasi dan memahami pihak-pihak yang bertikai, menjadi andalan dalam menuntaskan masalah yang muncul di kalangan masyarakat,” ujar Abdul Wakid.
Sebut saja kasus pendirian pendirian gereja Kristen Pentakosta di Desa Kedungrejo Kecamatan Tanjunganom, sempat mendapat protes dari warga setempat. Seketika Kantor Kesbangpolinmas menggelar forum silaturahim antar agama di mana sejumlah tokoh agama sepakat untuk menjalin kerukunan dan menjaga toleransi. “Upaya untuk menyelesaikan masalah soal pendirian gereja Pantekosta telah dilakukan dan sekarang Kantor Kesbangpolinmas berusaha memelihara kerukunan antar umat agama,” ungkapnya.
Sedangkan kasus yang terakhir adalah penolakan warga Desa Campur Kecamatan Gondang Nganjuk terhadap satu keluarga eks Gafatar juga dapat diselesaikan tanpa proses berkepanjangan.
Menurut Abdul Wakid, kerukunan umat beragama merupakan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi dan saling menghormati. Dalam pengamalan ajaran agamanya dan kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat sangatlah penting. Apalagi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. [ris]

Rate this article!
Stabilisator,5 / 5 ( 1votes )
Tags: