Semburan Lumpur, Pemkab Datangkan Tim Geologi

terlihat-warga-Desa-Jari-Kecamatan-Gondang-Kabupaten-Bojonegoro-digemparkan-dengan-temuan-semburan-lumpur-yang-bercampur-gas.-[achmad-basir/bhirawa].

terlihat-warga-Desa-Jari-Kecamatan-Gondang-Kabupaten-Bojonegoro-digemparkan-dengan-temuan-semburan-lumpur-yang-bercampur-gas.-[achmad-basir/bhirawa].

Bojonegoro, Bhirawa.
Fenomena semburan lumpur di Desa Jari Kecamatan Gondang beberapa hari ini membuat Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas ESDM mengambil langkah dengan mendatangkan Tim Geologi dari UPN Jogjakarta. Kepala Dinas ESDM Bojonegoro, Agus Supriyanto mengatakan ahli dari UPN Veteran Yogyakarta akan datang besok  Kamis (red hari ini) untuk meneliti kandungan lumpur.
Namun secara teknis, upaya penanggulangan munculnya fenomena alam semburan lumpur itu hingga kini masih dibahas. “Belum sampai teknis penanggulangan titik semburan. Saat ini kami masih akan mendatangkan tim ahli untuk meneliti semburan lumpur tersebut,”  ujar Agus, Rabu (13/4).
Pihaknya juga sudah mengirimkan tim dari Pemkab untuk meneliti. Namun, dirasa kurang puas dengan hasilnya, sehingga akan mendatangkan tim dari luar Bojonegoro yang benar-benar kompeten di bidangnya. Munculnya semburan lumpur berbau belerang itu, kata dia, penyebabnya kemungkinan akibat gesekan lempengan perut bumi. Apalagi kawasan tersebut diketahui merupakan daerah bebatuan yang mudah mengalami pecah di bagian dalam bumi. Sehingga saat pecah kandungan di dalam perut bumi langsung keluar.
Masih dalam keterangannya, Kadin ESDM mengungkapkan dari kajian awal yang dilakukan bahwa semburan tersebut memang mengandung gas merah, sulfur dan campuran minyak. “Semburan ini terjadi karena aktifitas gas bumi, atau gel termal karena aktifitas dari gunung pandan dan gunung puru,” jelasnya.
Saat ini untuk langkah awal semburan lumpur dialirkan ke sungai Jari, karena khawatir mengganggu tanaman dan areal persawahan di sekitar titik semburan, hanya saja dalam waktu dekat ini pemkab akan mendatangkan tim untuk melakukan kajian lebih lanjut jadi masyarakat tak perlu khawatir aktifitas lumpur di desa Jari Kecamatan Gondang.
Semburan lumpur tersebut pertama kali ditemukan oleh petani bernama Dasio, warga Desa Jari, Kecamatan Gondang. Saat ditemukan hanya ada satu titik semburan, namun sekarang telah bertambah menjadi lima titik dengan diameter lubang salah satunya kurang lebih 3 meter.
Saat ini, sebagai material yang keluar bersama air telah menggenangi areal persawahan warga, selain itu air dari titik semburan juga mengalir ke mana-mana. Beruntung, di dekat lokasi semburan itu tidak ada rumah warga. [bas]

Tags: