Sekdakot Mas Agoes Nirbito Buka Diklat PIM IV Angkatan CIV

Sekdakot Mojokerto, Mas Agoes Nirbito menyematkan tanda peserta Diklat kepada peserta, Rabu (17/4) kemarin. [kariyadi/bhirawa]

Sekdakot Mojokerto, Mas Agoes Nirbito menyematkan tanda peserta Diklat kepada peserta, Rabu (17/4) kemarin. [kariyadi/bhirawa]

Kota Mojokerto, Bhirawa.
Sebanyak 30 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Mojokerto menjadi peserta Diklat Kepemimpinan (Diklat PIM) Tingkat IV Angkatan CIV Tahun 2016. Pembukaan berlangsung di Pendopo Graha Praja Wijaya Pemkot Mojokerto oleh Sekretaris Daerah, Mas Agoes Nirbito Moenasi Wasono, Rabu (17/4) kemarin.
Peserta Diklat merupakan pejabat struktural yang terdiri dari 16 orang pejabat eselon IV dan 14 orang staf yang lulus seleksi Diklat pimpinan. Selanjutnya Diklat akan dilaksanakan di Gedung Diklat Kota Mojokerto, Jl Raya By Pass Sekar Putih selama 101 hari efektif mulai tanggal 13 April hingga 28 Juli 2016.
Endri Agus Subianto, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Mojokerto menuturkan, tujuan Diklat membentuk aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan menyamakan visi dinamika pola piker, dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya tata kelola pemerintah yang baik. Serta untuk mempersiapkan PNS agar memenuhi persyaratan jabatan yang ditentukan dan dibutuhkan organisasi termasuk pengadaan kader pimpinan.
Bagus Pujiono, Kepala Bidang Diklat Kepemimpinan Badan Diklat Provinsi Jatim dalam sambutan pembukaannya mengatakan, inovasi merupakan tuntutan yang tak dapat dihindari pada era globalisasi dan Masyarakat Ekonomi Asean. ”Semangat dan karya-karya inovasi di bidang pemerintahan harus terus digulirkan melalui berbagai project perubahan yang merupakan produk hasil pendidikan pelatihan kepemimpinan pola baru,” tutur Bagus.
Sementara itu Sekretaris Daerah, Mas Agoes Nirbito Moenasi Wasono mewakili Wali Kota Mas’ud Yunus mengatakan, pengembangan profesionalisme PNS merupakan salah satu agenda nasional dalam pendayagunaan aparatur pemerintah. PNS yang profesional diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan tugas penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan.
Profesionalisme PNS, lanjut Sekda, antara lain dapat dilihat dari salah satu indikatornya yaitu terpenuhinya kompetensi yang dipersyaratkan. Pengembangan kualitas SDM aparatur diupayakan untuk menerapkan keseimbangan di antara dua sisi yang tidak terpisahkan.
PNS dipacu untuk meraih prestasi kerja yang seoptimalnya dalam melaksanakan tugas sebagai penyelenggara birokrasi dan pelayanan masyarakat. ”Tapi di sisi lain PNS diberikan penghargaan khusus berupa promosi atau jenjang karir yang semakin meningkat pada PNS yang berprestasi,” tutur Sekda Mas Agoes.
Pengembangan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan kepemimpinan diharapkan akan semakin optimal jika pemerintah daerah dapat mengimplementasikannya dengan sungguh-sungguh. Terkait hal ini Sekda mengharap agar pengembangan aparatur berbasis kompetensi dasar dan kompetensi bidang dapat berjalan dengan baik. Sehingga hasil Diklat dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam peningkatan kinerja aparatur di setiap bidang pemeritahan.
”Saya juga berharap setelah Diklat ini peserta dapat berubah dalam kinerja organisasi di bidangnya. Dapat menerapkan dan mengaplikasikan dalam penugasan di masing-masing tempat tugasnya,” harap Sekda. Dengan demikian diklat dapat memberikan kredit poin tersendiri dalam pengembangan karir seorang PNS. [kar.adv.]

Tags: